Perbaikan Makro Ekonomi Picu Aksi Beli Investor

Senin, 10/02/2014

NERACA

Jakarta- Di saat banyak sentimen negatif dari rilis sebagian besar emiten global, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan kemarin berhasil melaju positif. Pada akhir pekan, IHSG menguat sebanyak 41,96 atau sebesar 0,95% dengan berakhir di level 4466,67. Alhasil, IHSG selama sepekan kemarin mengalami kenaikan 47,91 poin (1,08%) lebih tinggi dari sebelumnya yang melemah -18,59 poin (-0,24%).

Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada mengatakan, meski laju nilai tukar rupiah pada sepekan kemarin sempat mengalami pelemahan, namun dapat diimbangi dengan adanya rilis positif data PDB dan cadangan devisa yang mengalami kenaikan. Neraca perdagangan hingga akhir Desember juga terlihat masih mengalami surplus, meski jika ditotal sepanjang 2013 masih tercatat defisit sehingga menambah sentimen positif bagi IHSG.“Sepanjang pekan kemarin, asing berbalik mencatatkan nett buy sebesar Rp268,45 miliar dibandingkan pekan sebelumnya yang nett sell Rp1,57 triliun.” katanya di Jakarta, kemarin.

Dengan begitu, jika dihitung sejak awal tahun maka sampai dengan pekan kemarin posisi asing tercatat nett buy Rp2,6 triliun yang melanjutkan posisi nett buy di akhir Januari sebesar Rp2,33 triliun. Reza memperkirakan, IHSG pada pekan depan akan berada pada rentang Support 4295-4387 dan Resisten 4476-4489.“IHSG membentuk pola menyerupai double hammer di atas middle bollinger bands. MACD uptrend dengan histogram positif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic masih uptrend terbatas.” jelasnya.

Laju IHSG, kata dia, sempat berada di antara kisaran target support (4269-4325) dan mampu berakhir di kisaran target resisten (4448-4476) sehingga memberikan potensi yang baik bagi IHSG jika ingin melanjutkan kenaikan dengan sentimen yang ada. “Meski IHSG masih diharapkan menguat, namun tetap mewaspadai utang-utang gap IHSG yang dapat membuat downreversal.” ujarnya.

Sejumlah saham yang dapat diperhatikan, menurut Reza, antara lain PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA), PT Astra International Tbk (ASII), PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB), PT London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), pt Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA), dan PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN).

Adapun beberapa data ekonomi yang akan menjadi perhatian sentimen antara lain interest rate decision Indonesia; Home loans, NAB business confidence, unemployment rate, and house price index Australia; Current account, consumer confidence, machinery orders, tertiary industry index, and Bank Lending Jepang; New Yuan Loans, balance of trade, and Outstanding loan growth China; dan Unemployment rate and interest rate decision Korea Selatan.

Sementara data dari Eropa dan Amerika antara lain Inflation rate Jerman; Sentix investor sentiment and industrial production Zona Euro; GDP growth rate & nationwide house price Inggris; Industrial production & current account Perancis; Industrial production Italia; Retail sales Spanyol, dan NFIB business optimism index, chain stores, wholesale inventories, initial jobless claims, & redbook Amerika Serikat.

Sekadar catatan, IHSG selama sepekan kemarin mengalami kenaikan 47,91 poin (1,08%) lebih tinggi dari sebelumnya yang melemah -18,59 poin (-0,24%). Semua indeks utama menghijau yang dipimpin indeks LQ45 (1,25%) dan diikuti indeks IDX30 (1,18%) dan DBX (1,10%). Sementara indeks sektoral mayoritas tercatat positif di mana indeks properti naik 2,92% diikuti indeks manufaktur dan aneka industri yang masih-masing naik 1,61%, dan indeks perkebunan yang naik 1,60%. Sementara pelemahan hanya dialami indeks industri dasar (-0,92%). (lia)