Indomobil Kuasai Saham Marubeni di Autindo

NERACA

Jakarta- PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) meningkatkan kepemilikan sahamnya pada PT Autotech Indonesia (PT Autindo) menjadi 4.228 saham Seri A, atau sebesar 5,69%. Hal ini dilakukan melalui pengambilalihan saham Marubeni Automotive Corporation pada PT Autindo sebanyak 228 saham seri A. “Nilai nominal seluruhnya adalah sebesar US$22.800.” kata Direktur PT Indomobil Sukses Internasional Tbk, Djendratna Budimulja T dalam keterangan resminya di Jakarta, akhir pekan kemarin.

Transaksi ini, menurut dia, dilakukan berdasarkan Circular Resolution in Lieu of The Extraordinary General Meeting of Shareholders of PT Autotech Indonesia pada 5 Februari 2014, di mana Marubeni Automotive Corporation menyetujui pengalihan 4.000 saham Seri A yang dimiliki di PT Autindo. Dari total jumlah tersebut, perseroan menerima pengalihan hak atas 228 saham Seri A, sedang sisanya diambil oleh Fuji Kiko Company Limited.

Dengan begitu, setelah transaksi pengambilalihan saham ini maka kepemilikan saham perseroan di Autindo meningkat dari semula 5,39% atau sebanyak 4.000 saham Seri A menjadi sejumlah 4.228 saham Seri A, atau sebesar 5,69%.

Diketahui, emiten otomotif ini sebelumnya juga meningkatkan modal pada anak usahanya, PT Central Sole Agency (CSA) sebesar Rp33,71 miliar atau sebanyak 337.120 saham. Peningkatan modal ini disetujui oleh pemegang saham CSA dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 28 Januari 2014. Selain penambahan modal pada anak usaha, pada awal tahun ini mendirikan perusahaan baru, PT Indo Global Traktor melalui anak usahanya, PT Wahana Inti Selaras (“PT Wisel”)

Perusahaan baru tersebut bergerak di bidang usaha perdagangan, perindustrian, perbengkelan, pengangkutan, dan jasa. Disebutkan, perusahaan yang didirikan melalui anak usahanya tersebut merupakan perusahaan patungan antara anak usaha perseroan dengan Ibu Lauw Lie In (Maria Kristina). Akta pendirian PT Indo Global Traktor ini sendiri telah ditandatangani pada 22 Januari 2014. Adapun komposisi kepemilikan sahamnya, PT WISEL memiliki sebesar 51% dan Lauw Lie In sebesar 49%.

Sebagai perusahaaan yang bergerak di bisnis otomotif, kinerja PT Indomobil Sukses International Tbk (IMAS) hingga kuartal ketiga 2013 masih tertekan. Tercatat, sepanjang Januari-September 2013, Indomobil membukukan laba bersih Rp568,4 miliar, turun 9,44% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp627,7 miliar.

Penurunan ini disebabkan meningkatnya beban pokok penghasilan sebesar 6,2% menjadi Rp13,6 triliun dari Rp12,8 triliun dan beban penjualan yang tumbuh 20,1% dari Rp744,1 miliar menjadi Rp894 miliar. Selain itu, beban umum dan administrasi perseroan naik 20,2% menjadi Rp673,4 miliar dari Rp559,2 miliar. Adapun beban keuangan naik 69% menjadi Rp366,6 miliar dari Rp216,8 miliar pada 9 bulan pertama tahun lalu. (lia)

BERITA TERKAIT

Pasar Properti Penuh Tantangan - BTN Optimis Masih Ada Peluang Tumbuh 2020

NERACA Jakarta – Tahun depan, industri properti masih menemui tantangan seiring dengan ancaman perlambatan ekonomi nasional dan resesi ekonomi di…

PPRE Targetkan Kontrak Baru Tumbuh 20%

NERACA Jakarta –Tahun depan, PT PP Presisi Tbk (PPRE) memproyeksikan raihan proyek baru akan tumbuh 20% dibanding tahun ini. Tercatt…

Berikan Layanan Nasabah Korporasi - Maybank Sediakan Cash Collection Solution

NERACA Jakarta – Guna meningkatkan layanan kepada nasabah korporasi, PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) memberikan cash collection solution,…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Transjakarta Bagikan Dividen Rp 40 Miliar

NERACA Jakarta- Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) memutuskan untuk membagikan dividen perusahaan kepada…

Raup Ceruk Pasar Luar Negeri - WIKA Targetkan Kontrak Baru Capai Rp 6 Triliun

NERACA Jakarta – Sukses meraih kontrak baru di Afrika menjadi batu loncatan bagi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) untuk…

Transformasi Pasar Modal Kredibel - OJK Terus Perkuat Supervisi Pengawasan

NERACA Jakarta – Kasus gagal bayar keuntungan reksadana yang menimpa Minna Padi Aset Manajemen dan Narada Aset Manajemen menjadi alasan…