Kredit Belum Cair di BNI Capai Rp20 T

Jakarta - Porsi kredit belum dicairkan alias undisbursed loan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) masih cukup tinggi mencapai Rp20 triliun. Sebagian besar kredit belum cair tersebut merupakan proyek infrastruktur khususnya jalan tol yang terkendala akibat pembebasan lahan. "Undisbursed loan hampir sebagian itu proyek infrasturktur jalan tol yang penarikannya secara bertahap sesuai kebutuhan, nah ini terkendala pembebasan lahan," kata Direktur Business Banking BNI Krishna Suparto di Jakarta, Senin (26/7).

Dijelaskan Krishna, BNI sudah menyediakan plafon yang disetujui bagi proyek tol sebesar Rp 10 triliun sendiri. Tetapi, sambungnya baru dicairkan Rp 2 triliun lebih. "Jadi masih sekitar Rp7 triliun ada. Ini ya akibat pembebasan lahan tersebut," kata Krishna.

Kredit infrastruktur lain yang masih belum cair adalah beberapa proyek telekomunikasi, oil and gas, serta kelistrikan. "Tetapi dalam waktu dekat bisa cair salah satunya oil and gas tersebut," ungkapnya.

BNI mencatat posisi outstanding total kredit keseluruhan per Triwulan II 2011 mencapai Rp152,90 triliun atau naik 21% dari posisi per Triwulan II 2010 sebesar Rp126,23 triliun.

Sampai dengan semester I-2011, penyaluran kredit di segmen korporasi, segmen usaha kecil dan segmen konsumer BNI secara keseluruhan mencatat pertumbuhan yang cukup baik.

Dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, pinjaman di segmen korporasi tumbuh 25% dari Rp45,25 triliun menjadi Rp56,84 triliun. Kredit usaha kecil naik 17,3% dari Rp26,98 triliun menjadi Rp31,65 triliun.

Sedangkan kredit konsumer tumbuh 34% dari Rp20,40 triliun menjadi Rp27,33 triliun, dan pembiayaan di bisnis internasional juga tumbuh 27% dari Rp4,79 triliun menjadi Rp6,08 triliun.

"Fokus bidang penyaluran kredit di masing-masing segmen, di antaranya segmen korporasi difokuskan pada bidang infrastruktur, segmen usaha kecil untuk mendukung perdagangan di daerah-daerah, dan segmen konsumer tetap fokus pada kredit perumahan," jelas Direktur Utama BNI Gatot Suwondo.

Untuk kredit konsumer, kredit pemilikan rumah (KPR) dengan produk BNI Griya yang merupakan porsi terbesar dari kredit konsumer BNI, yaitu sebesar 54%, mengalami pertumbuhan terbesar, yaitu dari Rp 9,96 triliun (Triwulan II 2010) menjadi Rp14,79 triliun (Triwulan II 2011) atau tumbuh 49%.

Kredit kendaraan (BNI Oto) juga tumbuh dari Rp4,85 triliun menjadi Rp6,39 triliun (naik 32%).

BERITA TERKAIT

Kinerja Saham PGN Belum Masih Tertekan - Holding BUMN Migas Dibentuk

NERACA Jakarta - Menteri BUMN Rini Soemarno menargetkan pembentukan holding BUMN migas terwujud pada triwulan-I tahun 2018.”Setelah holding BUMN industri…

Pemkot Sukabumi Harus Cepat Ambil Langkah Antisipasi - Meski Masyarakat Belum Sulit Dapatkan Gas LPG 3 Kg

Pemkot Sukabumi Harus Cepat Ambil Langkah Antisipasi Meski Masyarakat Belum Sulit Dapatkan Gas LPG 3 Kg NERACA Sukabumi - Meskipun…

Pendapatan WIKA Melesat Capai Rp 15,8 Triliun

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk membukukan penjualan sebesar Rp15,8 triliun pada kuartal tiga 2017 atau melonjak 69,9% dibandingkan periode yang…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

OJK Kedepankan Kepentingan Nasional - Penerapan Basel III

      NERACA   Jakarta - Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan kerangka Basel III akan diterapkan dengan…

BI Paparkan 4 Tantangan Generasi Muda - Gelar GenBI Leadership Camp 2017

      NERACA   Bogor – Bank Indonesia (BI) mencatat ada empat tantangan utama yang harus disikapi oleh generasi…

Sequis Mencatat Kinerja Keuangan Positif di Kuartal III/2017

  NERACA   Jakarta - Director & Chief Agency Officer PT Asuransi Jiwa Sequis Life Edisjah menjelaskan, Sequis Life kembali…