Bank Mandiri Kucuri Pelindo II US$1,287 Miliar

Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mengucurkan dana US$1,287 miliar atau sekitar Rp11 triliun kepada PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) untuk membangun terminal petikemas Kalibaru tahap pertama. Jangka waktu pengembalian kredit tersebut selama 10 tahun. Penandatangan kerjasama ini dilakukan oleh Direktur Utama Bank Mandiri, Zulkifli Zaini dan Direktur Utama Pelindo II, Richard Jose Lino yang disaksikan oleh Menteri BUMN, Mustafa Abubakar.

Menurut RJ Lino, proyek ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas sekaligus memperkuat posisi Pelabuhan Tanjung Priok sebagai National Hub Port, melayani kapal-kapal petikemas berkapasitas besar, yaitu 5.000 TEUs, serta mengantisipasi peningkatan arus barang perdagangan domestik dan internasional Selat Malaka yang melewati Tanjung Priok.

Saat ini, arus masuk-keluar petikemas di Pelabuhan Tanjung Priok yang saat ini sudah mencapai 4,5 juta TEUs. Jika dibiarkan terus, maka dikhawatirkan mengalami stagnasi pada 2-3 tahun mendatang. Terminal petikemas Kalibaru ini didirikan di atas lahan reklamasi seluas 75 hektar (ha) dengan panjang dermaga 1.200 meter dan mampu menampung petikemas sebesar 1,9 juta TEUs.

Nantinya, terminal ini akan memiliki total dermaga 2.500 meter dengan 150 ha back-up area. "Dengan pembangunan tahap pertama ini, kami optimistis akan meningkatkan laba di atas 30% pada 2011,” ujar Lino di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa.

Sementara itu, Dirut Bank Mandiri, Zulkifli Zaini menyatakan, komitmen Bank Mandiri dalam mendorong peningkatan industri jasa kepelabuhan laut nasional terwujud melalui pengucuran kredit senilai Rp 5,9 triliun.

“Jumlah tersebut meningkat 31% dari penyaluran kredit pada periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 4,5 triliun. Kami mendorong pelabuhan Indonesia bersaing dengan pelabuhan Singapura dan Port Klang, Malaysia," tandas Zulkiflii. Pasalnya tiap tahun, kredit Bank Mandiri mencapai Rp 50 triliun sejalan dengan pertumbuhan kredit perusahaan di atas 24%.

Tertarik Sorong

Lino menambahkan, Pelindo II siap membangun pelabuhan tahap pertama di Kecamatan Seget, Kabupaten Sorong, Papua dengan nilai investasi Rp 1 triliun. Pelabuhan ini, lanjut dia, nantinya akan diusulkan menjadi West Pacific Port. Dia menjelaskan, banyak pihak yang tertarik dalam pembangunan pelabuhan tersebut.

Diantaranya PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk (Temas), PT Samudera Indonesia Tbk, PT Meratus Lines, dan PT Salam Pacific Indonesia Line (SPIL). Sebagai project leader, Pelindo II berpartisipasi sebanyak 30% atau Rp 300 miliar dari total investasi, sedangkan swasta berkontribusi masing-masing 10%.

Pelabuhan Sorong akan dibangun pada areal seluas tiga ribu ha dengan waterfront 25 kilometer (km) yang dimulai pada Januari 2012. Sementara proses tender dilaksanakan akhir tahun ini oleh Kementerian Perhubungan. Sedangkan saat ini memasuki proses prafeasibilities study (studi kelayakan). Diharapkan, pada 2013 mendatang pembangunan pelabuhan ini tuntas, sehingga dapat dipastikan wilayah Jayapura tidak lagi menjadi wilayah yang terisolasi.

"Itu akan menjadi wilayah terbuka. Kita ingin Sorong menjadi center petikemas di kawasan Timur Indonesia sebab posisinya mengitari utara ke selatan hingga barat. Dan juga kapasitas pelabuhan ini bisa mencapai 750 ribu TEUs,” tegas Lino.

Rencananya, lanjut dia, terminal petikemas Sorong ini akan dikembangkan menjadi pengumpul (hub) regional dengan target pasar utama adalah kontainer dalam negeri dan luar negeri seperti Papua Nugini, Timor Leste, Kaledonia Baru, Bisma Island, hingga Australia (Darwin).

Saat dikonfirmasi lebih jauh terkait rencana perusahaan akan menerbitkan obligasi atau tidak, Lino menyatakan belum akan mengeluarkan surat utang (obligasi). Alasannya, selain option atau pilihannya banyak, juga belum menjadi kebutuhan yang mendesak karena target project perseroan, seperti pembangunan Pelabuhan Kalibaru dan Sorong, Papua.

Perseroan, kata dia, sedang mencari penasihat keuangan baru guna mendapatkan dana eksternal dalam rangka pengembangan bisnisnya. Sebelumnya, PT Bahana Securities bertindak sebagai penasihat keuangan namun telah berakhir kontraknya pada Mei 2011 lalu.

Pendanaan ini, diakuinya, untuk memenuhi kebutuhan investasi perusahaan pada proyek Terminal Kalibaru Utara tahap II sebesar Rp 11 triliun, yang secara keseluruhan total investasi proyek tersebut bernilai Rp 22 triliun. (ardi)

BERITA TERKAIT

Natal dan Tahun Baru, Bank Mandiri Siapkan Rp16,39 triliun

    NERACA   Jakarta - PT Bank Mandiri Persero Tbk menyiapkan pasokan dana Rp16,39 triliun untuk mengantisipasi lonjakan penarikan…

Strategi Kemitraan Upaya Efektif Bangun IKM Otomotif Mandiri

NERACA Jakarta - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan strategi kemitraan merupakan salah satu upaya yang paling efektif untuk membangun IKM…

KPPU: Transaksi Nontunai Jangan Diarahkan Satu Bank

KPPU: Transaksi Nontunai Jangan Diarahkan Satu Bank NERACA Padang - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) meminta pemerintah daerah yang menerapkan…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Soal E-Money, Bank Mandiri Kerjasama dengan 12 Bank

      NERACA   Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Bank Mandiri) telah menjalin kesepakatan strategis dalam bidang…

Perbankan Diminta Realisasikan Targat Satu Juta Rumah

  NERACA   Jakarta - Sejak digulirkannya program satu juta rumah oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera), target…

ADB Dukung Bisnis Inklusif Di Indonesia

  NERACA   Jakarta - Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) mendukung bisnis inklusif di Indonesia melalui investasi untuk sektor…