Tiga Calon Emiten Melantai di Kuartal Pertama

NERACA

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan 3 perusahaan menunggu pernyataan efektif OJK untuk siap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada kuartal pertama 2014. Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II OJK Noor Rachman menyebutkan ketiga calon emiten yang sudah proses di OJK adalah PT Bali Towerindo Sentra, PT Intermedia Capital (ANTV), PT Wika Beton.

Sementara mengenai dana yang diincar ketiga perusahaan tersebut, dia enggan menyebutkannya. Karena, hingga saat ini calon emiten tersebut masih mengkaji nilainya,”Kami belum menerima nominal target dana yang diincar, mereka masih menghitung dana yang akan diraihnya melalui pasar modal”, katanya di Jakarta, Kamis (6/2).

OJK Sendiri memint adukungan Presiden RI Susilo Bambang Yodhoyono (SBY) untuk membantu mendorong perusahaan BUMN dan swasta masuk pasar modal. Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad sebelumnya menyampaikan bahwa dia telah menemui SBY untuk menyampaikan permintaannya tersebut,”Hal ini penting dilakukan agar mengubah mind set mengenai mendapatkan pembiayaan modal untuk pengembangan usaha. Ini penting karena pasar modal akan menjadi alternatif mendapatkan pembiayaan perusahaan dan menurut saya mendapatkan pembiayan dari pinjaman bank sudah lama”, jelasnya.

Sebelumnya, dalam paparan publik PT Intermedia Capital yang merupakan induk usaha dari ANTV disebutkan bahwa perusahaan media grup Bakrie ini berencana melepas 20% sahamnya ke publik melalui IPO. Chief Executive Offricer PT Visi Media Asia Tbk (VIVA), Robertus B. Kurniawan mengungkapkan bahwa ANTV menggunakan buku keuangan September 2013 untuk memenuhi syarat IPO.

Ekuitas perseroan sekitar Rp2 triliun sehingga maksimal dana yang dilepas 20%. Modal disetor nanti Rp600 miliar. Listing diharapkan kuartal pertama tahun ini. Rencananya, dana hasil IPO ANTV ini nantinya digunakan untuk pengembangan bisnis ANTV dan sebagian lagi untuk membayar utang holding ANTV yakni VIVA.

Sedangkan PT Wika Beton yang merupakan anak usaha dari PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) juga menggunakan buku keuangan September 2013 unutk memuluskan langkah IPO nya. Namun belum disebutkan Kendati demikian, belum dijelaskan secara terperinci mengenai dana yang ditargetkan dan jumlah saham yang akan dilepas ke publik karena masih dalam proses menuju IPO.

Hal ini dikarenakan perseroan tidak mau melanggar ketentuan OJK. Meski begitu, disebutkan bahwa dana IPO akan dipergunakan untuk memperluas bisnis perseroan dan pembangunan pabrik beton, guna meningkatkan kapasitas produksi yang lebih tinggi.

Sementara itu, keterangan mengenai PT Bali Towerindo Sentra diperoleh dari Direktur Penilaian Perusahaan BEI Hoesen yang mengatakan, bahwa PT Bali Towerindo Sentra berencana melepas 15% sahamnya ke publik dan menunjuk RHB OSK Securities Indonesia sebagai penjamin emisi dalam pelaksanaan IPO,”Sedangkan target dana belum diketahui karena belum ditentukan harganya. Kalau aset Bali Towerindo sekitar Rp400 miliar-Rp500 miliar lebih”, jelasnya. (nurul)

BERITA TERKAIT

Lagi, BUMI Bayar Cicilan Utang US$ 31,8 Juta

NERACA Jakarta – Pangkas beban utang untuk menjaga pertumbuhan bisnis dan kesehatan keuangan, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) membayar cicilan…

Targetkan Penjualan Rp 400 Miliar - Itama Ranoraya Perkuat Jaringan di Enam Kota

NERACA Jakarta – Keputusan pemerintah menaikkan iuran BPJS Kesehatan diharapkan bisa membawa dampak positif terhadap kinerja keuangan PT Itama Ranoraya…

Kurangi Biaya dan Emisi Karbon - DHL Rlis Layanan Asia Connect + di Indonesia

NERACA Jakarta- Raup ceruk pasar logistik di dalam negeri, DHL Global Forwarding sebagai penyedia jasa logistik terkemuka di dunia meluncurkan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sukseskan Target SDGs - BEI Perkuat Kemitraan Antar Perusahaan

NERACA Jakarta - Dalam rangka menyukseskan kemitraan strategis antar perusahaan di Indonesia, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan terus terbuka…

Kantungi Pinjaman BCA Rp 624 Miliar - Dharma Satya Terus Perluas Pembangunan Pabrik

NERACA Jakarta – Musim kemarau yang berkepanjangan, ditambah kondisi harga komoditas yang masih lesu tidak menyurutkan recana PT Dharma Satya…

Bisnis Pembiayaan CNAF Tumbuh 93,3%

NERACA Jakarta- Kendatipun bisnis otomotif diprediksi masih akan lesu hingga akhir tahun, hal tersebut tidak memberikan dampak bagi bisnis pembiayaan…