Laba XL Axiata Tergerus 63%

NERACA

Jakarta- PT XL Axiata Tbk (EXCL) mencatatkan penurunan laba bersih pada 2013 sebesar 63% menjadi Rp1,03 triliun dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp 2,76 triliun. Pendapatan perseroan pada tahun lalu tercatat hanya mengalami kenaikan tipis dari Rp20,97 triliun menjadi Rp21,26 triliun, atau naik sekitar 0,3%.

Presiden Direktur XL,Hasnul Suhaimi mengatakan, perseroan menghadapi tahun yang penuh tantangan di tahun 2013, antara lain semakin kompetitifnya industri telekomunikasi. “Kita menghadapi tahun yang penuh tantangan di tahun 2013 akibat dari pelemahan posisi kita di pasar dari kompetisi.” katanya di Jakarta, Kamis (6/2).

Tercatat, meski mengalami kenaikan pendapatan menjadi Rp21,26 triliun, beban perseroan mengalami peningkatan menjadi Rp19,61 triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp16,62 triliun. Sehingga ikut memangkas laba bersih yang dicatatkan perseroan sepanjang tahun 2013.

Menurut Hasnul, kenaikan pendapatan di tahun 2013 didorong oleh penetrasi data yang kuat dengan kenaikan pendapatan layanan Data sebesar 16% dari tahun lalu. Pendapatan non-percakapan memberikan kontribusi sebesar 54% dari total penggunaan pendapatan, meningkat dari 50% tahun lalu. “Layanan data kembali menjadi layanan dengan tingkat pertumbuhan tercepat dan menjadi kunci kontributor dengan kontribusi sebesar 23% dari total pemakaian pendapatan dibandingkan 20% dari tahun lalu.” jelasnya.

Selain itu, sambung dia, traffic data juga tumbuh 142%, dengan total pelanggan data mencapai 33 juta pelanggan atau sekitar 54% dari total pelanggan XL. Namun, diakui perseroan, selama tahun 2013, laba sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi dan Amortisasi (EBITDA) sebesar Rp 8,7 triliun dengan marjin EBITDA sebesar 41% dan laba bersih sebesar Rp 1 triliun.

Sementara jumlah hutang XL meningkat menjadi Rp 17,8 triliun dari tahun sebelumnya Rp 13,5 triliun, dan hutang bersih (EBITDA) meningkat dari 1,3x menjadi 1,9x. XL juga membelanjakan Rp 7,4 triliun dalam belanja modal yang menggunakan kombinasi dana internal dan hutang untuk terus berinvestasi pada jaringan infrastruktur data. Salah satunya, menambah Node B dan BTS 2G diseluruh Indonesia. XL telah memiliki 15.068 Node B, meningkat 15% dari tahun lalu. Total BTS 2G dan 3G sebanyak 44.946 BTS.

Hasnul menambahkan, tahun 2014 akan menjadi tahun yang penuh tantangan, namun juga menarik. Perseroan akan fokus dalam melaksanakan strategi dalam layanan data dan setelah mendapatkan semua persetujuan untuk akuisisi dan merger, “Kita akan berfokus pada penggabungan usaha yang lebih besar untuk dapat memberikan nilai lebih kepada shareholders, customers dan semua stakeholders kita.” jelasnya. (lia)

BERITA TERKAIT

BEEF Targetkan Laba Bersih Rp 80 Miliar

NERACA Jakarta – Sukses mencatatkan saham perdananya di pasar modal, PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) atau lebih dikenal Kibif…

Waskita Targetkan Laba Rp 4 Triliun di 2019

NERACA Jakarta – Di tahun 2019, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) menargetkan laba bersih Rp4 triliun. Sedangkan nilai kontrak baru…

Kas Operasional Surplus Besar - WSBP Optimis Laba Tumbuh 10% di 2019

NERACA Jakarta – Berhasil mencatatkan arus kas yang positif di tahun 2018, menjadi keyakinan bagi PT Waskita Beton Precast Tbk…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tiga Anak Usaha BUMN Bakal IPO di 2019

Menyadari masih sedikitnya perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang go public atau tercatat di pasar modal, mendorong Kementerian Badan…

Impack Pratama Beri Pinjaman Anak Usaha

Dukung pengembangan bisnis anak usaha, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) melakukan perjanjian hutang piutang dengan anak usahanya PT Impack…

Layani Pasien BPJS Kesehatan - Siloam Tambah Tujuh Rumah Sakit Baru

NERACA Jakarta – Tidak hanya sekedar mencari bisnis semata di industri health care, PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) terus…