Akhir Pekan, IHSG Melanjutkan Penguatan

Jumat, 07/02/2014

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham Kamis kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 40,399 poin (0,92%) ke level 4.424,709. Sementara Indeks LQ45 menguat 8,813 poin (1,20%) ke level 742,817. Derasnya aksi beli investor terhadap saham-saham unggulan menjadi pemicu menguatnya indeks BEI.

Analis PT Anugerah Securindo Indah, Bertoni Rio mengatakan, faktor data pertumbuhan ekonomi domestik pada kuartal empat 2013 ditambah neraca perdagangan Desember 2013 yang surplus masih memberikan sentimen positif bagi pasar saham domestik.

Dia menambahkan, dorongan sentimen mayoritas bursa Asia juga positif seiring penantian data ekonomi AS nanti malam yang diprediksi lebih baik,”Kabar positif dari domestik dan bursa Asia memicu IHSG ditutup melanjutkan penguatan," kata dia di Jakarta, Kamis (6/2).

Sementara itu, analis Sinarmas Sekuritas, Christandi Rheza Mihardja memprediksi Jum’at akhir pekan, indeks BEI kembali bergerak menguat di level 4.372-4.450 poin. Alasannya, perdagangan pada hari Jumat akan dipengaruhi oleh data acuan suku bunga Eropa yang diperkirakan stagnan di 0,25%.

Sementara dari dalam negeri, lanjut dia, cadangan devisa Indonesia yang naik menjadi US$ 100,7 miliar akan menambah sentimen postif bagi pasar keuangan dalam negeri. Dia mengemukakan bahwa beberapa saham-saham yang dapat diperhatikan yakni Telekomunikasi Indonesia (TLKM), Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA), Bumi Serpong Damai (BSDE), PP London Sumatra Indonesia (LSIP).

Tercatat pada perdagangan kemarin, saham-saham unggulan memimpin penguatan dan saham-saham produsen rokok yang naik paling tinggi. Hanya satu sektor yang masih kena koreksi akibat aksi jual, yaitu manufaktur. Aksi beli dilakukan oleh investor domestik dan asing. Transaksi investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 257,32 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 217.481 kali pada volume 4,465 miliar lembar saham senilai Rp 5,076 triliun. Sebanyak 175 saham naik, sisanya 97 saham turun, dan 89 saham stagnan. Pelaku pasar Asia masing menunggu laporan data tenaga kerja AS sehingga memilih lakukan aksi tunggu sambil beli selektif. Bursa Jepang kena koreksi tipis jelang penutupan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Dian Swastatika (DSSA) naik Rp 2.100 ke Rp 12.900, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 1.700 ke Rp 69.750, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.000 ke Rp 44.370, dan Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 725 ke Rp 27.500. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Goodyear (GDYR) turun Rp 500 ke Rp 18.500, Gowa Makassar (GMTD) turun Rp 300 ke Rp 5.400, Mayora (MYOR) turun Rp 175 ke Rp 26.825, dan Bank NISP (NISP) turun Rp 170 ke Rp 1.080.

Menutup perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup menguat 20,337 poin (0,46%) ke level 4.404,647. Sementara Indeks LQ45 menguat 5,474 poin (0,75%) ke level 739,478. Aksi beli yang terjadi sejak pembukaan perdagangan menahan indeks supaya tak jatuh ke zona merah. Upaya ini berhasil, IHSG belum singgah ke teritori negatif sejak awal perdagangan.

Dua sektor masih kena koreksi akibat aksi jual, yaitu aneka industri dan perdagangan. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 110.527 kali pada volume 2,315 miliar lembar saham senilai Rp 2,754 triliun. Sebanyak 166 saham naik, sisanya 93 saham turun, dan 71 saham stagnan.

Bursa-bursa regional mempertahankan momentum penguatan hingga sesi pertama. Investor berburu saham-saham yang kemarin harganya sudah terpangkas. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 850 ke Rp 68.900, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 725 ke Rp 44.075, Matahari (LPPF) naik Rp 475 ke Rp 12.625, dan Astra Agro (AALI) naik Rp 475 ke Rp 21.875.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Elang Mahkota (EMTK) turun Rp 325 ke Rp 5.475, Gowa Makassar (GMTD) turu Rp 300 ke Rp 5.400, Bank NISP (NISP) turun Rp 290 ke Rp 960, dan Mayora (MYOR) turun Rp 100 ke Rp 26.900. Sementara diawal perdagangan, indeks BEI juga dibuka naik 2,23 poin atau 0,05% ke posisi 4.386,54. Sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 0,58 poin (0,08%) ke level 734,58.

Head of Research Valbury Asia Securities, Alfiansyah mengatakan, data ekonomi Indonesia mengenai produk domestik bruto (PDB) terbilang positif pada 2013 sehingga memberi sentimen baik bagi pasar keuangan,”Produk Domestik Bruto Indonesia untuk satu tahun penuh 2013 tumbuh sebesar 5,78%,”ujarnya.

Dia menambahkan, indeks bursa Asia pada awal perdagangan juga dibuka cukup positif. Bursa saham Nikkei Jepang pada pembukaan perdagangan menguat. Sementara itu, Tim Analis Teknikal Mandiri Sekuritas dalam kajiannya mengemukakan bahwa pergerakan IHSG BEI mendapat sentimen positif dari indeks regional yang menguat.

Bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 135,80 poin (0,64%) ke level 21.405,18, indeks Nikkei naik 25,03 poin (0,18%) ke level 14.205,41 dan Straits Times menguat 24,82 poin (0,84%) ke posisi 2.984,91. (bani)