Sampoerna Agro Beli Lahan 15 Ribu Hektar

Investasikan Dana Rp 1 Triliun

Jumat, 07/02/2014

NERACA

Jakarta – Guna meningkatkan ekspansi bisnisnya, PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) menargetkan penanaman baru (new planting) untuk ketiga jenis tanaman, seperti kelapa sawit, sagu dan karet pada tahun ini. Perseroan berencana menambah lahan tertanam baru sekitar 8.000-15.000 hektar (ha), dengan perincian 1.000-2.000 ha untuk tanaman sagu, 2.000-3.000 ha untuk tanaman karet dan 5.000-10.000 ha tanaman kelapa sawit

Head of Investor Relations PT Sampoerna Agro Tbk, Michael Kesuma mengatakan, perseroan telah menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) mencapai Rp1 triliun untuk mendukung langkah ekspansi tersebut,”Dari total capex itu, sekitar 80% untuk usaha inti kami, yaitu tanaman sawit. Selebihnya untuk tanaman lainnya,” kata Michael di Jakarta, kemarin.

Dia menuturkan, perseroan saat ini telah memiliki perbendaharaan lahan atau landbank khusus untuk perkebunan sawit seluas 250.000 ha. Sedangkan sampai kuartal III/2013, luas lahan tertanami mencapai 120.000 ha. Selain itu, perseroan juga optimis pabrik pengolahan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di Kalimantan Barat akan beroperasi pada semester II/2014.

Kata Michael, pembangunan pabrik senilai Rp100 miliar tersebut telah dimulai pada tahun lalu dan diharapkan dengan beroperasinya pabrik tersebut akan meningkatkan kapasitas produksi terpasang,”Total kapasitas produksi yang terpasang menjadi 485 ton/jam setelah adanya pabrik baru,”ungkapnya.

Direktur Keuangan Sampoerna Agro Budi Setiawan Hali menambahkan, dengan tambahan satu pabrik tersebut, maka perseroan akan memiliki tujuh unit pabrik. Pabrik baru ini nantinya akan memiliki kapasitas produksi sekitar 30 ton per jam dan bisa di tingkatkan hingga mencapai 45 ton per jam,”Hingga saat ini perseroan telah memiliki enam unit pabrik kelapa sawit dengan total kapasitas produksi sebesar 445 ton per jam,” kata Budi.

Di samping itu, perseroan tengah mengembangkan bisnis sagu. Perseroan melihat potensi bisnis sagu masih dapat dikembangkan lebih baik lagi. Perseroan memperkirakan pertumbuhan volume produksi sagu bisa mencapai 20% sampai akhir tahun ini. Tentunya, dengan melihat kondisi cuaca yang cukup bersahabat di tahun lalu, sehingga tren produksi pada tahun ini diperkirakan akan naik.

Sebagai informasi, saat ini perseroan juga memiliki lahan di wilayah Indonesia timur yang masih dalam tahap eksplorasi yang nantinya bisa dilakukan untuk diversifikasi ke tanaman lain dan meningkatkan bisnis usaha. Maka untuk dapat mencapai target tersebut, perseroan telah melakukan beberapa upaya dalam menerapkan berbagai praktik agronomi terbaik, sehingga bisa mendukung peningkatan volume produksi. Upaya lainnya dengan pengembangan lahan baik dalam luasan areal tertanam maupun areal baru. (bani)