Tukang Harian Atau Borongan?

Sabtu, 08/02/2014

Perkara membangun rumah, tukang merupakan elemen terpenting yang harus ada. Tetapi, permasalahanya bukan perkara mudah. Mencari pekerja (tukang) dan sistem pengupahannya sangatlah rumit, tetapi kalau jeli dan dipertimbangkan secara matang bukan mustahil tukang bangunan idaman akan didapatkan. Mengenai tukang bangunan sendiri ada yang disebut tukang harian dan borongan. Lantas mana yang lebih menguntungkan, simak uraian di bawah ini.

Sistem Harian

Tukang dengan sistem harian, sebaiknya pakai jika pemilik rumah mempunyai waktu yang cukup untuk mengawasi pekerjaan mereka. Biasanya, untuk sistem ini, pemilik rumah harus menyiapkan material secara matang, dengan kata lain segala yang di butuhkan untuk keperluan dalam pekerjaan tukang harus tersedia.

Pemilik rumah juga harus bisa memberi pengarahan apa saja yang perlu di kerjakan oleh si tukang, jika anda kurang paham mengenai hal ini sebaiknya Anda minta bantuan orang yang lebih faham atau menggunakan jasa mandor bangunan. Tujuannya, agar pekerjaan tukang bisa terorganisir bahkan pekerjaannya bisa lebih terarah lagi. Sehingga proses pembangunan rumah pun tak akan memakan waktu yang lama.

Sistem Borongan

Untuk sistem ini, pembayaran yang dilakukan atas dasar hasil dari pekerjaan kebanyakan pembayaran dilakukan bertahap. Jangan salah, banyak tukang “nakal” di luar sana, uang sudah diberi tapi mereka lari dari tanggungjawabnya.

Maka dari itu, sebelum menentukan salah satu sistem pemborong, hendaknya dipertimbangkan dahulu waktu,tingkat kesulitan pengerjaan dan penggunaan bahan material yang disesuaikan dengan model rumah yang di harapkan, sehingga apa yang menjadi keinginan pemilik bisa terwujud seperti model dan desain rumah yang di harapkan, tentunya sesuai dengan kwalitas bahan dan hasil pekerjaan yang baik.