UGM Jalin Kerjasama Riset Dengan Selandia Baru

UGM Jalin Kerjasama Riset Dengan Selandia Baru

NERACA

Distribusi pengetahuan bagi daerah terluar, terdepan dan tertinggal wajib dilakukan perguruan tinggi. Cara ini dilakukan sebagai salah satu upaya penanggulangan kemiskinan di kawasan Indonesia Timur.Demi hal tersebut berjalan lancar,Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan Selandia Baru melakukan kerja sama riset dalam pengembangan sumber daya ekonomi lokal pulau-pulau terpencil di daerah Indonesia bagian timur.

Rektor UGM Pratikno menuturkan, dipilihnya daerah perbatasan dan pulau-pulau kecil di daerah Indonesia bagian timur itu dalam rangka menjalankan mandat UGM sebagai universitas nasional. Salah satunya adalah mendistribusikan ilmu pengetahuan dalam pembangunan masyarakat yang berada di daerah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T). Sementara ini dari 22 proposal riset yang diusulkan para tim peneliti di lingkungan UGM, sudah dipilih empat proposal riset. Total alokasi dana untuk empat riset tersebut adalah Rp11 miliar.

“Proyek kerja sama yang dilakukan selama lima tahun itu diprioritaskan pada riset pengembangan energi terbarukan, manajemen risiko bencana, pengembangan ekonomi kreatif, dan resolusi konflik. Kami akan fokuskan pada pengembangan ekonomi dan kehidupan sosial masyarakat setempat sehingga bisa menurunkan angka kemiskinan," kata Pratikno di Yogyakarta belum lama ini.

Keempat riset tersebut adalah pengembangan ekonomi lokal masyarakat di Pulau Morotai, Maluku Utara, eksplorasi dan pengembangan budi daya rumput laut di Nusa Tenggara Timur (NTT), pengembangan energi geothermal di Sulawesi Utara, dan pembangunan kemampuan masyarakat dalam manajamen risiko bencana di pulau terpencil.

"Riset para peneliti UGM itu nanti diharapkan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat. Tidak sekadar riset, tukar pengalaman dan pengetahuan dengan tim ahli dari Selandia Baru juga kami harapkan manfaatnya bagi masyarakat, karena negara itu memiliki pengalaman dalam bidang geothermal," tambah dia.

Sementara itu, Duta Besar (Dubes) Selandia Baru untuk Indonesia David Taylor mengatakan kerja sama pembiayaan riset dengan UGM itu untuk pertama kali dilakukan pemerintah Selandia Baru dengan universitas di luar negari.

Menurut dia, kerja sama dengan UGM itu dibangun melalui riset kemitraan khususnya untuk Indonesia bagian timur. Kerja sama riset itu bisa berdampak langsung bagi masyarakat.

“Pemerintah Selandia Baru akan mendukung proyek tersebut melalui pengiriman tim ahli. Tim ahli itu untuk mendukung projek tersebut seperti bidang geothermal yang telah berpengalaman lebih dari 30 tahun," ujar dia.

Yuan

BERITA TERKAIT

BEI Buka Galeri Investasi di Mall Surabaya - Kerjasama POWN dan Danareksa

NERACA Jakarta - Dalam rangka perluas penetrasi pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali meresmikan galeri investasi BEI ke-400…

RI Tingkatkan Konektivitas Dengan Afrika Lewat Ethiopia

NERACA Jakarta – Pemerintah RI berupaya meningkatkan konektivitas Indonesia dengan negara-negara di Afrika melalui Ethiopia, seiring dengan dibukanya rute penerbangan…

Pentingnya Memanfaatkan Energi Baru dan Terbarukan

      NERACA   Jakarta - Pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) merupakan penentu tercapainya kedaulatan energi. Indonesia pun…

BERITA LAINNYA DI PENDIDIKAN

Koperasi SHS Mandiri: - Mengembangkan Produk UKM Desa Krambil Sawit

Desa Krambil Sawit di Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, yang berpenduduk 6.900 jiwa bukanlah desa yang kaya akan sumber alam.…

Mahasiswa-Pemuda Deklarasi Anti-Terorisme

Belasan organisasi mahasiswa dan pemuda Indonesia yang tergabung dalam sebuah aliansi sepakat mendeklarasikan diri untuk bersatu melawan terorisme dan radikalisme…

Anak Jalanan akan Dilibatkan Dalam Asian Games

    Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) melibatkan anak jalanan dalam penyelenggaraan pesta multi-cabang olahraga tertinggi di Asia itu…