UOB Sabet 69 Penghargaan

Sepanjang 2013

Kamis, 06/02/2014

NERACA

Jakarta - Sepanjang tahun 2013 lalu, UOB berhasil menyabet 69 buah pernghargaan sekaligus. Penghargaan tersebut mencakup berbagai produk dan jasa perbankan, mulai investasi dan commercial banking hingga wealth management, mobile banking dan juga produk keuangan lainnya.

Presiden Direktur PT Bank UOB Indonesia (UOBI), Armand B. Arief mengatakan, penghargaan ini menunjukkan dukungan dan kerja sama yang baik antara nasabah dengan UOB Indonesia. “Kami berterima kasih kepada seluruh pihak yang selama ini telah memberikan dukungan dan kepercayaan terhadap UOB sebagai mitra solusi keuangan yang terpercaya. Apa yang telah dicapai hingga kini, justru memacu kami untuk senantiasameningkatkan kualitas layanan dan inovasi-inovasi lainnya bagi nasabah,” kata Armand. dalam siaran pers Rabu (5/2)

Penghargaan tersebut diterima dari Bank Of the Year Singapore dari majalah The Banker yang diterbitkan oleh Financial Times dan Best Corporate Goverance Company, Singapore dari Asiamoney. Deputy Chairman and UOB Group Chief Executive Officer, Wee Ee Cheong mengatakan, prestasi ini menunjukkan wujud nyata dan komitmen tinggi atas kinerja terbaik yang diberikan oleh tim UOB.

Selain itu dia menjelaskan, penghargaan ini juga merupakan sebuah pengakuan atas upaya UOB dalam melakukan hal-hal yang tepat bagi nasabahnya. “Kami memiliki strategi yang berfokus pada hal-hal mendasar adalah kunci mencapai pertumbuhan yang berkesinambungan selama bertahun-tahun,” ujarnya,

Sementara itu, PT Bank UOB Indonesia meraih 7 penghargaan sekaligus sepanjang 2013, antara lain; Penghargaan Best Structured & Commodity Trade Finance Solution di Asia Tenggara dalam Alpha Southeast Asia Deal & Solution Awards 2013.

Penghargaan Best Service Provider dalam Trade Finance & Best Solutions dan Structured Trade Finance dalam the Asset Triple A Transaction Banking Awards 2013 yang diselenggarakan oleh majalah The Asset dan Best Corporate Bank in Indonesia 2013 dari IFM Awards 2013 yang diselenggarakan oleh International Finance Magazine yang berkedudukan di Inggris.

Sebelumnya Bank UOB Indonesia juga menargetkan peningkatan aset perusahaan akan mencapai Rp100 triliun di 2015. Perseroan akan mengejar target tersebut dengan tetap menjaga kualitas pertumbuhan di tengah tren perlambatan ekonomi. Armand menuturkan, kinerja perusahaan yang terus positif dalam dua tahun terakhir menjadi alasan dimunculkannya target tersebut. Hingga September 2013 aset perseroan sudah mencapai Rp60 triliun, dan ditargetkan di akhir tahun ini mencapai Rp68 triliun.

Dia menjelaskan, dalam dua tahun terakhir perusahaan mencatat pertumbuhan dengan baik sehingga diharapkan aset juga akan terus tumbuh. Perseroan akan fokus pada pertumbuhan organik dan anorganik. Namun untuk meningkatkan aset, perseroan akan menjalankan bisnis anorganik. Seperti menggarap bisnis di lembaga keuangan lainnya. "Selama ini kami melakukan bisnis organik saja. Namun tidak menutup kesempatan lewat anorganik, seperti akuisisi, joint venture atau lainnya. Tapi kalau sekarang belum ada," ujarnya.

Dalam bisnis organik, perseroan berusaha meningkatkan pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiganya sesuai dengan proyeksi Bank Indonesia (BI). Perseroan menargetkan pertumbuhan tahun depan di kisaran 16-18 persen dengan mengandalkan sektor ritel. "Untuk angka pencapaian kredit, dari BI mengimbau pertumbuhan kredit 15-17 persen, dan kami mengikuti. Tapi sektor ritel kita masih akan tumbuh karena baru," ujar dia. [sylke]