BEI Batalkan Lelang Kursi Anggota Bursa

Kamis, 06/02/2014

Bursa Efek Indonesia (BEI) batal selenggarakan lelang 9 kursi Anggota Bursa karena ketiadaan calon peserta lelang yang memenuhi syarat untuk menjadi Anggota Bursa. Berdasarkan keterbukaan informasi BEI, disebutkan bahwa untuk menjadi peserta lelang harus mengikuti persyaratan dan tata cara yang diatur dalam peraturan nomor III-H tentang pelelangan dan pembelian kembali saham bursa.

Selain itu, setiap peserta lelang juga harus terlebih dahulu memenuhi syarat menjadi Anggota Bursa Efek seperti dalam peraturan Bursa Nomor III-A tentang Keanggotaan Bursa. BEI telah mengumumkan rencana penyelenggaraan lelang saham pada tanggal 3 Febuari 2014, sebanyak 9 pemilik saham akan mengikuti lelang tersebut.

Adapun beberapa saham yang akan dilelang tersebut di antaranya Patalian Water Securindo dengan nomor saham 196, United Asia Securities nomor saham 188. Antaboga Deltasekuritas Indonesia dengan nomor saham 012, Signature Capital Indonesia dengan nomor saham 045, Sarijaya Permana Sekuritas dengan nomor saham 181.

Sebelumnya diberitakan rencana melakukan lelang kursi Anggota Bursa sepi peminat. Sepinya peminat terlihat dari masa pelelangan kursi periode Desember yang batal dilaksanakan. “Tiap bulan pasti kami umumkan, tapi kalau tidak ada yang daftar, ya tidak dilaksanakan lelang tersebut”, kata Direktur Utama BEI Ito Warsito beberapa waktu lalu.

“Logikanya, suplai yang tidak diimbangi dengan permintaan akan membuat harga barang yang bersangkutan justru menurun. Tapi, hal ini tidak berlaku untuk pelelangan kursi anggota bursa”, ujarnya.

Dia juga menyebutkan, harga lelangnya cenderung meningkat, dari yang sebelumnya Rp12 miliar menjadi sekitar Rp15 miliar. Meski enggan merinci harganya, tapi dia memastikan jika harga lelang kursi Anggota Bursa tahun ini bakal kembali meningkat,”Acuannya menggunakan nilai buku ekuitas BEI, dan pasti terus meningkat karena kami untung terus”, ungkapnya.

Kepala Analis Trust Securities, Reza Priyambada mengatakan, permasalahan lelang berkaitan dengan pendirian suatu perusahaan efek. "Untuk menjadi perusahaan efek kan harus sesuai dengan modal disetor dan memenuhi ketentuan permodalan (MKBD) dengan aturan Bapepam-LK." jelasnya.

Di samping memenuhi aturan tersebut, di sisi lain, ada iuran keanggotaan yang harus dikeluarkan untuk menjadi anggota bursa. Karena itu, sejauh mana minat lelang tersebut menjadi keputusan masing-masing pihak. "Mungkin pihak-pihak yang mau masuk bursa lebih memilih menjadi non-AB biar biayanya lebih ringan." ujarnya.

Hal senada juga peahen diungkapkan Ketua Asosiasi Perusahaan Efek (APEI) Lily Widjaja mengatakan. Tidak terselenggaranya lelang anggota bursa bukan karena sepi peminat. Akan tetapi, karena persyaratan yang lebih berat.

Dia menilai, sebenarnya banyak asing yang minat, tetapi belum siap memenuhi persyaratan karena lelang anggota bursa harus ada persyaratannya. Salah satunya yaitu seperti harus memiliki remote trading. "Asing tentu ingin merepresentasikan perwakilannya di setiap negara. Indonesia juga dilihat sebagai tempat menarik untuk investasi." ujarnya.

Adanya investasi asing di perusahaan efek, lanjut dia, dapat membuat lebih banyak riset mengenai Indonesia, sehingga berdampak positif untuk order transaksi perdagangan saham di pasar modal Indonesia. Hal tersebut tentu dapat mendorong perkembangan investasi di Indonesia. (nurul)