BNI Berikan Bantuan Senilai Rp100 Juta Untuk Pengungsi Sinabung

Sabtu, 08/02/2014

NERACA

Erupsi Sinabung menyebabkan belasan orang tewas terkena debu vulkanik, dan situasi di 5 desa di dalam radius lima kilometer tampak sepi. Debu tebal masih menyelimuti Desa Sukameriah, Desa Bekerah dan tiga desa lain. Di jalanan, pohon, atap rumah, dan tanaman warga, masih penuh debu.

Seperti diketahui, warga 16 desa berada di dalam radius lima kilometer masih dilarang pulang ke rumah. Meskipun warga yang berada di luar radius 5 kilometer sudah boleh pulang, tetapi pengungsi tetap berdatangan, hingga Selasa lalu mencapai lebih dari 31 ribu jiwa.

Wajah-wajah khawatir terlihat, saat pemulangan para pengungsi di luar radius 5 kilometer oleh tim penanggulangan bencana Gunung Sinabung. Mereka khawatir karena Sinabung telah merenggut belasan jiwa. Lantas bagaimana kondisi serta kebutuhan para pengungsi pasca erupsi?

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, meskipun tren aktivitas vulkanik Sinabung menurun dibandingkan November hingga Desember 2013, namun pengungsi bertambah setiap hari. “Mereka tersebar di 42 titik lokasi pengungsian, dan dari 34 desa,” kata dia

Meskipun terjadi lonjakan pengungsi, dan diperbolehkan pulang tetapi kebutuhan dasar pengungsi, tertangani dengan baik lantaran posko-posko pengungsian tidak pernah sepi dari bantuan perusahaan-perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) mereka. Seperti yang baru-baru ini tengah dilakukan oleh Bank BNI.

Melalui program CSR, BNI kembali menyalurkan bantuan bagi para pengungsi erupsi Gunung Sinabung dengan nilai mencapai Rp 100 juta. Penyaluran bantuan tersebut secara simbolis diserahkan kepada Sekda Kabupaten Karo Saberina Tarigan yang selanjutnya disalurkan ke 3 posko pengungsi yakni, Lapangan Futsal Lau Gumba, Losd Ds Tongkoh dan GBKP RG Desa Sumber Mupakat Kabanjahe.

Head of Consumer and Retail BNI Kanwil Medan Isnanto telah menyalurkan bantuan sebanyak 4 kali dengan nilai total mencapai Rp 200 juta. “Pemberian bantuan tahap ke IV ini merupakan bentuk kepedulian dan rasa kemanusiaan bagi para pengungsi yang menjadi korban erupsi gunung Sinabung. Kami berharap bencana yang menimpa masyarakat Kabupaten Karo ini dapat segera berakhir,” kata Isnanto didampingi Purwanto, pemimpin KCU Kabanjahe.

Bantuan yang merupakan program BNI Peduli tersebut berbentuk kebutuhan pokok sehari-hari, yakni 233 sak beras, 19 sak gula pasir dan 137 kotak minyak goreng. 100 sak beras, 10 sak gula pasir dan 75 kotak minyak goreng diberikan kepada Posko Lap Futsa Lau Gumba. Kemudian untuk Posko Losd Ds Tongkoh berupa 89 sak beras, 7 sak gula pasir dan 43 kotak minyak goreng. Selanjutnya Posko GBKP RG Sumbul Kabanjahe menerima 44 sak beras, 2 sak gula pasir dan 19 kotak minyak goreng.