Intiland Gencarkan Pembangunan Proyek di Surabaya - Antisipasi Kebutuhan Properti

NERACA

Surabaya - Pengembang properti PT Intiland Development Tbk terus memperkuat posisinya di pasar properti kota Surabaya lewat pembangunan proyek-proyek baru. Setelah sukses membangun beberapa proyek yang fenomenal seperti kawasan perumahan Graha Famili, Graha Natura, gedung perkantoran Intiland Tower dan Spazio, perseroan mengembangkan beberapa proyek baru untuk mengantisipasi tingginya kebutuhan pasar properti di Surabaya, Jawa Timur.

Wakil Direktur Utama dan Chief Operating Officer Intiland, Sinarto Dharmawan menilai, Surabaya memiliki pasar properti yang besar dan potensial. Sebagai kota terbesar kedua dan pusat bisnis kawasan Timur Indonesia, kebutuhan masyarakat dan dunia bisnis terhadap produk properti terus meningkat.

Mengantisipasi tren pertumbuhan tersebut, menurutnya Intiland segera memulai pembangunan beberapa proyek baru, selain melakukan pengembangan lanjutan dari proyek-proyek yang sudah berjalan. Proyek-proyek tersebut merupakan proyek pengembangan mixed-use and high rise, seperti hunian bertingkat, pusat bisnis, dan sarana perkantoran.

“Kami melakuan upaya percepatan pembangunan proyek-proyek baru untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap produk properti yang semakin besar dan beragam. Kita harus melihat ke depan, bagaimana tren kebutuhan dan pengembangan properti di kota-kota besar di dunia juga akan terjadi di sini, " ungkap Sinarto di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (5/2).

Proyek yang segera dibangun adalah Praxis, sebuah kawasan bisnis terpadu di pusat bisnis Surabaya, Spazio Tower di kawasan Graha Famili, Surabaya Barat. Perseroan juga akan menghadirkan jaringan hotel Intiwhiz di sejumlah lokasi di kota Surabaya.

Praxis merupakan proyek mixed-use & high rise terpadu yang terletak di sebelah Intiland Tower. Menempati lahan seluas 1,1 hektar di daerah pusat bisnis Surabaya, proyek ini meliputi apartemen, ritel, ballroom, perkantoran, dan hotel. Perseroan merencanakan untuk segera memulai pembangunan proyek ini dengan melakukan ground breaking pada awal triwulan II 2014.

Proyek Praxis mendapat sambutan sangat baik dari masyarakat Surabaya sejak diluncurkan. Tercatat

dari total 248 unit apartemen yang dipasarkan, sebanyak 195 unit telah terjual. Pada produk

perkantoran, sebanyak 41 unit dari total 64 unit telah terjual.

Tingginya minat masyarakat menyebabkan harga jual Praxis mengalami kenaikan signifikan. Dalam

kurun waktu enam bulan, harga unit apartemen rata-rata mengalami kenaikan 25%-30%, sedangkan unit perkantoran juga meningkat 20%-25%. [ardi]

BERITA TERKAIT

Indeks Kemaslahatan Pembangunan Kemiskinan

Oleh : Agus Yuliawan Pemerhati Ekononomi Syariah Salah satu isu  yang kini ditunggu oleh masayarakat di tanah air saat ini…

Jurus Pemerintah Antisipasi Pelemahan Rupiah

  Oleh : Zaki Walad, Mahasiswa IAIN Pekalongan   Menjelang berakhirnya masa Pemerintahan Jokowi menjabat sebagai Presiden Indonesia dapat diakui…

BMN Raih Pinjaman Rp 1,54 Triliun - Danai Proyek Jalan Tol Layang

NERACA Jakarta  –Danai pembangunan ruas jalan tol, PT Bosowa Marga Nusantara (BMN), anak usaha dari PT Marga Utama Nusantara (MUN)…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Pentingnya Memanfaatkan Energi Baru dan Terbarukan

      NERACA   Jakarta - Pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) merupakan penentu tercapainya kedaulatan energi. Indonesia pun…

Taiwan akan Jadikan Indonesia Basis Produksi di Asia

      NERACA   Jakarta - Pemerintah New Taipei City bekerjasama dengan Taiwan External Trade and Development Council di…

LG Targetkan Penjualan AC Komersil Naik 30% - Sertifikasi Uji Hemat Listrik

      NERACA   Jakarta – PT LG Electronics Indonesia (LG) baru saja mengantongi uji hemat listrik dari lembaga…