Mempertanyakan Keseriusan Merger BUMN Farmasi - Ditunda Karena Kinerja Negatif

NERACA

Jakarta – Rencana penggabungan (merger) PT Kimia Farma Tbk (KAEF) dan PT Indofarma Tbk (INAF) kembali menguak ke public. Namun kabarnya masih sama, belum bisa terlaksana lantaran soal kinerja keuangan yang terkoreksi. Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan, belum dapat terlaksana segera merger BUMN Farmasi mungkin akibat kinerja INAF yang masih tertekan di tahun 2013. Padahal, unutk merealisasikan merger kedua perusahaan farmasi plat merah ini, harus memiliki performa yang seimbang, sama-sama kuat.

Menurut dia, proses pengabungan PT Kimia Farma Tbk dan PT Indofarma Tbk masih terus dikaji oleh tim Kementerian BUMN,”Kami tengah mengkaji, ada ukuran kedua perusahaan sama-sama seimbang. Indofarma sekarang sulit tidak, maju pesat juga tidak”, katanya di Jakarta, kemarin.

Sementara mengenai target penggabungan keduanya, dia belum bisa memastikan kapan merger tersebut dilakukan karena masih dalam proses kajian. “Sebab masih membutuhkan waktu yang lama karena kinerja Indofarma masih tertekan pada tahun lalu. Yang pasti minggu depan belum dapat direalisasikan”, ujarnya.

Sebelumnya Direktur Keuangan PT Kimia Farma Tbk Arief Budiman mengatakan, semua direksi Kimia Farma mendukung rencana pengabungan BUMN farmasi. Menurut dia, berdasarkan surat Kementerian Kordinator Perekonomian tahun 2012, sudah diputuskan bahwa Indo Farma diserahkan ke Kimia Farma atau menjadi anak usaha Kimia Farma,”Kita, pada September (2012) sudah kasih bahan kajian ke pemegang saham (Kementerian BUMN), kita tidak bisa lakukan sendiri aksi korporasi ini”, ungkapnya.

Pihak INAF sendiri menyambut baik rencana pemerintah untuk menggabungkan perusahaannya dengan KAEF. Diperkirakan kinerja kedua emiten ini akan menjadi lebih efisien dan efektif kedepannya,”Jika Indofarma dan Kimia Farma dapat melebur, kami memperkirakan akan bisa menjadi lebih efisien dan efektif nantinya. Saya menyambut baik rencana itu, tapi tetap tergantung kepada pemegang saham kami”, ungkapnya.

Namun, rencana pemerintah tersebut belum bisa terealisasi hingga saat ini. Diakui dia, rencana pemerintah menggabungkan keduanya dan membentuk holding. Lamanya kesepakatan itu, karena kedua perusahaan ini adalah milik negara,”Penyatuan juga kan harus mendapat persetujuan Kementerian Keuangan dan Legislatif. Jadi banyak yang punya, termasuk masyarakat Indonesia, memang agak sulit mencapai kesepakatan”, katanya.

Menurut dia, sebagai pemegang saham, Kementerian BUMN tetap terus membahas pembentukan holding BUMN farmasi, dan pihak Indofarma juga telah siap menerima semua keputusan dari pemegang saham. Diharapkan nantinya dalam berproduksi dan ketika melakukan riset bisa dilakukan secara bersama,”Yang terpenting sesusai dengan bisnisnya masing-masing. Indofarma lebih besar untuk industrinya dan nantinya Kimia Farma bisa dalam distribusinya atau kliniknya”, katanya.

Tercatat laba bersih PT Kimia Farma hingga kuartal tiga 2013 mengalami penurunan dari tahun sebelumnya diperiode yang sama menjadi Rp121,45 miliar dari Rp148,13 miliar. Total aset perseroan hingga Juni 2013 mencapai Rp2,14 triliun. Sedangkan, PT Indofarma mencatat kerugian hingga Rp61,17 miliar yang dikarenakan beban pokok penjualan yang membengkak jadi Rp447,05 miliar dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Total aset Indofarma hingga September 2013 mencapai Rp1,27 triliun. (nurul)

BERITA TERKAIT

OJK Irit Bicara Soal Merger Bank BUMN Syariah

      NERACA   Jakarta - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso memilih bungkam saat ditanya rencana…

Kinerja Tahun Buku 2017 PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk

Kinerja Tahun Buku 2017 PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk NERACA Jakarta – Ditengah kondisi makro ekonomi yang cenderung stagnan PT…

Pradi Apresiasi Prestasi Kinerja ASN dan Warga Depok

Pradi Apresiasi Prestasi Kinerja ASN dan Warga Depok NERACA Depok - Pemerintah Kota Depok terus berupaya untuk meningkatkan apresiasi hasil…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Minat Asuransi Meningkat - Zurich Buka Agen di Yogyakarta dan Jateng

NERACA Yogyakarta -Perluas penetrasi pasar asuransi di dalam negeri, perusahaan asuransi jiwa terkemuka di Indonesia Zurich membuka kantor keagenan keduanya…

Nusantara Infrastructure Bagikan Dividen

NERACA Jakarta - Berkah mencatatkan kinerja keuangan yang positif, PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) berencana untuk memberikan deviden kepada para…

Metrodata Tuntaskan Merger Anak Usaha

PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) merampung merger dua entitas bisnis anak usahanya yakni PT Logicalis Metrodata Indonesia (LMI) dengan PT…