Apresiasi Rupiah, IHSG Masih Rally di Zona Hijau

NERACA

Jakarta – Perdagangan saham Rabu ditutup menguat. Indeks harga saham gabungan (IHSG) berakhir menguat 32,054 poin (0,74%) ke level 4.384,310. Sementara Indeks LQ45 ditutup naik 7,377 poin (1,02%) ke level 734,004. Aksi beli yang dilakukan investor asing mampu menyelamatkan indeks BEI dari tekanan ditengah melambatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis produk domestik bruto (PDB) alias pertumbuhan ekonomi Indonesia selama 2013. Di tahun 2013, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,78%. Ini merupakan pertumbuhan ekonomi Indonesia terendah dalam empat tahun terakhir.

Analis Trust Securities, Reza Priyambada mengatakan, penguatan indeks BEI selain ditopang aksi beli investor asing juga apresiasi pelaku pasar terhadap menguatnya nilai tukar rupiah,”Apresiasi mata uang rupiah menjadi salah satu penopang indeks BEI," kata Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada di Jakarta, Rabu(5/2).

Asal tahu saja, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 12.189 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 12.195 per dolar AS. Dia menambahkan, sentimen yang cenderung positif itu mendorong pelaku pasar saham asing kembali mengambil posisi beli saham.

Sementara itu, analis Riset Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya mengatakan, IHSG BEI berhasil menutup perdagangan di area positif sehingga menunjukkan bahwa bursa saham domestik berada di jalur tren penguatan. Berikutnya, secara teknikal, indeks BEI Kamis diproyeksikan masih dapat melanjutkan kenaikan bergerak di level 4.348-4.432 poin.

Transaksi investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 144,28 miliar di seluruh pasar. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 211.113 kali pada volume 3,411 miliar lembar saham senilai Rp 4,095 triliun. Sebanyak 174 saham naik, sisanya 102 saham turun, dan 91saham stagnan.

Pergerakan bursa-bursa di Asia sore ini mixed cenderung melemah padahal diawal perdagangan masih banyak yang menguat. Penguatan Wall Street belum bisa meyakinkan investor regional untuk borong saham. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 1.150 ke Rp 68.050, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 900 ke Rp 26.775, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 750 ke Rp 43.350, dan Semen Indonesia (SMGR) naik Rp 550 ke Rp 14.425.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Dian Swastatika (DSSA) turun Rp 2.700 ke Rp 10.800, Citra Tubindo (CTBN) turun Rp 800 ke Rp 5.700, Century Textile (CNTX) turun Rp 400 ke Rp 5.600, dan United Tractor (UNTR) turun Rp 325.

Perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup menguat 15,015 poin (0,34%) ke level 4.367,271. Sementara Indeks LQ45 naik 3,028 poin (0,42%) ke level 729,655. Tak semua indeks sektoral bisa menguat seperti diawal perdagangan setelah sektor keuangan kena koreksi. Investor melepas saham bank yang naik cukup tinggi diawal perdagangan.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 118.825 kali pada volume 2,006 miliar lembar saham senilai Rp 2,359 triliun. Sebanyak 167 saham naik, sisanya 75 saham turun, dan 78 saham stagnan. Pergerakan bursa di Asia cukup fluktuatif dan mixed hingga sesi pertama. Bursa saham Jepang rebound cukup tinggi setelah kemarin memimpin pelemahan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 1.800 ke Rp 68.700, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 450 ke Rp 43.050, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 425 ke Rp 26.300, dan Matahari (LPPF) naik Rp 250 ke Rp 12.100. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Citra Tubindo (CTBN) turun Rp 1.300 ke Rp 5.200, Maskapai Reasuransi (MREI) turun Rp 445 ke Rp 2.005, Century Textile (CNTX) turun Rp 400 ke Rp 5.600, dan AKR (AKRA) turun Rp 100 ke Rp 4.270.

Kemudian diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 25,79 poin atau 0,59% menjadi 4.378,05. Sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 6,68 poin (0,92%) ke level 733,31. Analis Kresna Securities, Etta Rusdiana mengatakan, indeks BEI bergerak dalam area positif mengingat data ekonomi domestik yang masih kondusif,”Laju inflasi mulai kembali dalam tren normalnya, sementara neraca perdagangan pun mulai menunjukkan perbaikan yang tercatat surplus US$ 1,5 miliar di Desember 2013," katanya.

Dia menambahkan, pada perdagangan Rabu pasar akan mengantisipasi data produk domestik bruto (PDB) tahun 2013, pasar memperkirakan berada di 5,7% "year on year dan diharapkan data PDB mampu mengurangi tekanan pada IHSG BEI. Karena itu, indeks BEI sempat diperkirakan bergerak di kisaran 4.300-4.385 poin.

Sementara head of Research Valbury Asia Securities, Alfiansyah menambahkan, kurs rupiah terhadap dolar AS yang terlihat stabil dapat membuat pasar saham menjadi menarik,”Sentimen internal tersebut perlu mendapat dukungan dari ekternal agar IHSG berada di area positif. Penguatan atas indeks bursa Wall Street pada perdagangan Selasa kemarin, dilanjutkan dengan kenaikan bursa Asia pada pagi ini membuka peluang bagi IHSG untuk bergerak positif," katanya.

Tercatat bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 79,40 poin (0,37%) ke level 21.477,17, indeks Nikkei naik 200,32 poin (1,43%) ke level 14.208,79 dan Straits Times menguat 12,57 poin (0,42%) ke posisi 2.978,37. (bani)

Related posts