Astra Daihatsu Ekspor LCGC ke Filipina

Sabtu, 08/02/2014

NERACA

PT Astra Daihatsu Motor (ADM) selaku produsen Low Cost Green Car (LCGC) Astra Daihatsu Ayla (“Ayla”) dan Astra Toyota Agya (“Agya”) memulai langkah bersejarah dengan pencapaian baru yakni akan melakukan ekspor model LCGC berbasis Agya ke Filipina.

Acara peluncuran ekspor perdana ini dilakukan di pabrik perakitan kendaraan Daihatsu, Karawang Assembly Plant, Karawang Timur, Senin (3/2) dan direncanakan sejumlah 6.000 unit yang akan diekspor selama 2014.

Sebagai spesialis produsen mobil kompak (compact car) ADM membuktikan bahwa kualitas produknya telah diterima di pasar internasional. Sejak diluncurkan 9 September 2013 lalu, Ayla dan Agya, yang juga dikenal sebagai Kendaraan Bermotor Roda Empat Hemat Energi dan Harga Terjangkau (KBH2), telah terjual lebih dari 41.000 unit dipasar domestik selama tahun 2013.

Penggunaan komponen lokal pada LCGC produksi ADM ini akan mencapai 88% pada akhir tahun 2014 ini dan diharapkan akan terus meningkat kedepannya.

“Ekspor ini membuktikan bahwa program Pemerintah terkait LCGC telah berjalan dengan baik, dan sesuai rencana, baik untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor. Pencapaian ini semakin mengukuhkan bahwa produk ADM adalah produk yang memenuhi standard kualitas global sehingga diterima di pasar internasional,” ujar Presiden Direktur PT Astra Daihatsu Motor Sudirman MR.

Sementara itu, Managing Officer TMC Hiroyuki Fukui menyampaikan “Toyota Group telah mempercayakan Indonesia sebagai basis produksi global. Volume ekspor Toyota Indonesia dan Daihatsu Indonesia mencapai lebih dari 80% dari total ekspor CBU Indonesia, atau mencapai lebih dari 138.000 unit tahun 2013 yang diekspor ke lebih dari 80 negara tujuan baik dalam bentuk CBU, CKD, mesin maupun komponen.

Sedangkan Menteri Perindustrian MS Hidayat mengharapkan ekspor mobil murah ramah lingkungan(Low Cost Green Car/LCGC)yang diproduksi di Indonesia bisa mencapai 30% pada lima tahun mendatang.

"Saat ini dari seluruh produksi mobil LCGC, 16%nya sudah diekspor. Saya mengharapkan lima tahun ke depan meningkat menjadi 30%," kata Menteri Perindustrian MS Hidayat seusai meresmikan ekspor perdana mobil LCGC Astra Daihatsu Motor di Karawang, Senin.

Menperin tidak menjelaskan berapa total produksi mobil LCGC dari seluruh agen tunggal pemegang merek (ATPM) di Indonesia. Namun dia mengatakan bahwa sekali Indonesia melakukan ekspor ke suatu negara, maka jalan ekspor akan semakin terbuka lebar ke negara lain.

Sepanjang tahun ini, PT Astra Daihatsu Motor mengaku siap mengekspor perdana mobil LCGC berbasis Toyota Agya ke Filipina sebanyak 6.000 unit. MS Hidayat mengharapkan seluruh ATPM bisa berlomba-lomba memacu ekspor mobil LCGC ke negara lain, baik di regional ASEAN maupun Amerika Latin dan Timur Tengah.

Menurut MS Hidayat, ekspor mobil LCGC merupakan sebuah capaian membanggakan, sebab hampir 88% komponen mobil LCGC merupakan produksi lokal.

Dia meyakini dalam beberapa tahun ke depan, 100% komponen mobil LCGC bisa diproduksi lokal. Bahkan menurut dia, SDM Indonesia pada waktunya akan mampu memproduksi mobil sendiri berkat kerja sama produksi mobil LCGC.