Penjualan Sepeda Motor Ditarget 8 Juta Unit

Sabtu, 08/02/2014

Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menargetkan penjualan sepeda motor pada 2014 sama dengan kinerja tahun lalu sebanyak 7,7 juta-8 juta unit.

NERACA

Target yang bersifat stagnan ini sejalan dengan akumulasi kondisi makro ekonomi yang terganggu sejak beberapa bulan lalu.

Kondisi ekonomi yang kian melemah seperti penaikan suku bunga acuan ke level 7,5%, nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar AS yang menyentuh Rp12.000 sangat mempengaruhi penjualan sepeda motor karena akan mengganggu daya beli konsumen di pasar domestik.

Ketua Bidang Komersial AISI Sigit Kumala menjelaskan adanya perlambatan ekonomi pada akhir 2013 memang membuat ATPM yang berada di bawah bendera AISI untuk tidak mematok target yang ambisius di tahun politik ini. “Kita realistis terhadap situasi ekonomi sekarang, sehingga target penjualan yang stagnan merupakan hal yang wajar,” tuturnya.

Sigit menerangkan, inflasi yang terkerek naik juga akan sangat mempengaruhi rendahnya daya beli konsumen domestik. Namun, di sisi lain, sambungnya, masih ada harapan baik yang bisa mempertahankan penjualan sepeda motor domestik.

Di antaranya, membaiknya komoditas di beberapa daerah pada beberapa bulan belakangan hingga periode Januari 2014 sangat mendukung ekonomi masyarakat di daerah untuk membeli sepeda motor.

Dampak positif lainnya, ujar Sigit, terkait gejolak mobilitas politik pada 2014 yang akan sangat mengerek permintaan pembelian sepeda motor oleh partai politik dalam melakukan aktivitas politik di daerah.

AISI mencatat, penjualan sepeda motor di pasar domestik sepanjang 2013 mengalami kenaikan 8,81% menjadi 7.771.014 unit dibandingkan 2012 sebesar 7.141.586 unit.

Sigit menjelaskan prediksi sejalan dengan meningkatnya pertumbuhan penjualan sepeda motor pada Oktober yang mencatatkan rekor mencapai 717.272 unit.

“Sampai November, penjualan sepeda motor sudah mencapai 7,2 juta unit. Itu berarti kalau penjualan pada Desember berada pada kisaran 600.000 unit maka bisa melebihi target penjualan,” ujar Sigit.

Sigit menjelaskan, penjualan sepeda motor pada Desember diperkirakan akan lebih kecil jika dibandingkan dengan penjualan pada Oktober ataupun November 2013.

Namun, sambungnya, hingga saat ini data penjualan sepanjang 2013 belum bisa dirilis karena masing-masing ATPM belum memasukan penjualan pada Desember 2013 sehingga belum bisa dipastikan total penjualan.

Berdasarkan data AISI, penjualan sepeda motor pada November 2013 mengalami penurunan 4,01% menjadi 688.527 unit dibandingkan dengan penjualan pada Oktober 2013 yakni 717.272 unit.

Sepanjang sebelas bulan pada 2013, penjualan sepeda motor mengalami kenaikan 8,51% menjadi 7,2 juta unit dibandingkan dengan penjualan pada periode yang sama tahun lalu yakni 6,7 juta unit.

Produk PT Astra Honda Motor masih mencatatkan pertumbuhan tertinggi dalam penjualan sepanjang Januari-November 2013 mencapai 4.357.660 unit atau menguasai 60,37% pangsa pasar sepeda motor domestik.

Pada posisi kedua, ditempati oleh penjualan produk PT Yamaha Motor Indonesia dengan mencatatkan penjualan pada periode yang sama yakni 2.332.190 unit. Sementara itu, Suzuki membukukan penjualan mencapai 374.413 unit, dan TVS 18.656 unit.

Deputy General Manager Division PT Astra Honda Motor Thomas Wijayamenuturkan, AHM menargetkan penjualan 4,3 hingga 4,5 juta unit pada 2014. Hal ini, ungkapnya, didukung oleh besarnya pangsa pasar produk AHM yang menyebar ke daerah dan permintaan konsumen yang semakin tinggi dengan pembaharuan fitur produk yang baru.