Dahlan Pelit Bicara Soal Merger PGN

Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan tidak ingin berbicara soal wacana akuisisi PT Pertamina (Persero) terhadap PT PGN Tbk sebelum hasil kajian PT Danareksa Sekuritas dan PT Bahana Securities selesai,”Saya tidak mau ngomong. Soal itu saya tidak akan bicara dulu,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Menurut Dahlan, dirinya hanya akan membeberkan soal Pertamina-PGN berdasarkan kajian PT Danareksa Sekuritas dan PT Bahana Securities. Sebelumnya, Dahlan menunjuk dua perusahaan sekuritas BUMN tersebut untuk membuat untuk menentukan opsi yang terbaik dan profesional atas rencana aksi korporasi antara Pertamina dan PGN.

Menurut Dahlan, untuk melaksanakan akuisisi tersebut terdapat dua ide, yaitu dilakukan dalam dua tahap, dan satu tahap. Opsi pertama atau dalam dua tahap, maka tahap pertama PGN membeli PT Pertagas (anak usaha Pertamina di bidang gas), kemudian tahap kedua, PGN dibeli PT Pertamina.

Sementara jika menempuh opsi kedua yaitu satu tahap, maka Pertamina bisa langsung membeli PGN, namun dipastikan entitas PGN tidak akan hilang atau tetap eksis sebagai perusahaan energi terbesar di Indonesia.

Terkait wacana penyatuan kedua perusahaan tersebut, sejumlah kalangan menyebutkan hal itu telah mengakibatkan harga saham PGN di pasar modal merosot,”Saya juga tidak mau ngomong soal itu (tuduhan harga saham PGN turun). Nggak lah, saham PGN turun bukan karena itu," ujar Dahlan. (bani)

BERITA TERKAIT

Pergerakan Modal, Akuisisi dan Merger

Oleh: Fauzi Aziz Pemerhati Masalah Ekonomi dan Industri   Ketika kekuasaan bersatu dan bekerjasama dengan pengendali modal global membangun perekonomian…

Dirjen PAS Dikonfirmasi Soal Fasilitas Lapas Sukamiskin

Dirjen PAS Dikonfirmasi Soal Fasilitas Lapas Sukamiskin NERACA Jakarta - Direktur Jenderal Pemasyarakatan (PAS) Kementerian Hukum dan HAM Sri Puguh…

Bank Hasil Merger Tahan Guncangan

    NERACA   Jakarta - Bank hasil merger PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) dengan PT Bank Sumitomo Mitsui…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Verena Multifinance Patok Rights Issue Rp140

PT Verena Multifinance Tbk (VRNA) menetapkan harga pelaksanaan penambahan modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau right…

Mandiri Kaji Terbitkan Obligasi US$ 1 Miliar

Perkuat modal guna memacu pertumbuhan penyaluran kredit, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berencana menerbitkan instrumen utang senilai US$ 1 miliar.…

Realisasi Kontrak Baru PTPP Capai 66,22%

NERACA Jakarta - Sampai dengan September 2018, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) berhasil mengantongi total kontrak baru sebesar Rp32,45 triliun.…