Waspadai Pelemahan Lanjutan Kinerja IHSG

NERACA

Jakarta – Laju indeks harga saham gabungan (IHSG) tidak jauh berbeda dengan sehari sebelumnya, dimana IHSG memberikan sinyal dan potensi pelemahan lanjutan. Meski pelemahan saat ini memberikan level entry yang menarik namun, tetap waspadai potensi pelemahan lanjutan. IHSG bergerak melemah seiring masih derasnya aksi profit taking.

Apalagi, sejumlah laju bursa saham Asia yang buka masih menunjukkan pelemahan yang terimbas dari negatifnya laju bursa saham AS dan Eropa pasca merespon rilis sejumlah indeks manufaktur AS dan beberapa negara di Eropa yang mengalami perlambatan,”Masih merahnya pembukaan pasar saham Eropa dan aksi asing yang masih senang berjualan, membenamkan IHSG. Namun, masih terbatas di imbangi dengan apresiasi tipis rupiah”, kata Kepala riset Trust Securities Reza Priyambada di Jakarta, Selasa (4/2).

Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4367,30 (level tertingginya) jelang akhir sesi 1 dan menyentuh level 4320,78 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan berakhir di level 4352,26. Volume perdagangan turun dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan penurunan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.

Pada perdagangan Rabu (5/2) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4428-4336 dan resistance 4365-4386. Berpola menyerupai spinning di bawah middle bollinger bands (MBB). MACD masih downtrend dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic masih downtrend,”IHSG belum mampu bertahan di kisaran target support (4370-4379) sehingga potensi pelemahan masih ada. Tetapi, turunnya IHSG membuat utang gap 4367-4377 sehingga diharapkan setidaknya ada sentimen positif untuk membuat IHSG menutup utang tersebut dibandingkan harus kembali menutup sempurna utang gap 4270-4292”, jelasnya.

Sementara itu, laju rupiah dapat terapresiasi tipis meski laju euro dan yen berbalik turun seiring kabar yang beredar bahwa ECB kemungkinan akan menambah stimulus untuk menumbuhkan perekonomian Zona Euro yang sebelumnya merendahkan mata uangnya dan respon terhadap kemungkinan naiknya U.S Stock futures.

Sementara itu, keputusan RBA yang mempertahankan RBA rate di level 2,5% membuat mata uang AUD terapresiasi dan naiknya beberapa mata uang emerging market pasca pernyataan Presiden Brazil, Roussef, yang berkomitmen menurunkan harga untuk meredam tingginya inflasi turut berimbas pada laju Rupiah sehingga pelemahan pun dapat tertahan. Laju Rupiah kembali di atas support Rp12260. Rp12255-122221 (kurs tengah BI),”Di sisi lain, kelanjutan aksi jual yang melemahkan laju bursa saham Asia juga dipicu respon negatif pelaku pasar terhadap rilis indeks manufaktur di sejumlah negara yang memperlihatkan adanya perlambatan”, ungkapnya. (nurul)

Related posts