PHE ONWJ Lampaui Target Produksi Migas

Pada 2013

Rabu, 05/02/2014

NERACA

Jakarta - PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ), unit kerja PT Pertamina (Persero) yang menjadi operator di blok ONWJ, berhasil membukukan produksi minyak dan penjualan gas pada 2013 sebesar 38.300 barel minyak per hari (BOPD) dan 181 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).

Catatan ini berhasil melampaui target yang ditetapkan SKK Migas pada revisi Work Program & Budget (WP&B) Tahun 2013 sebesar 38 ribu BOPD dan 175 MMSCFD. Peningkatan produksi ini merupakan hasil positif yang didapat melalui berbagai aktivitas eksplorasi dan pengembangan yang dilakukan PHE ONWJ.

“Tahun ini, sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan lifting minyak dan gas bumi nasional, PHE ONWJ terus melakukan berbagai upaya optimasi produksi, pemboran sumur eksplorasi, perawatan fasilitas dan pengembangan lapangan baru untuk meningkatkan produksi minyak dan gas bumi,” ujar Executive VP/GM PHE ONWJ, Jonly Sinulingga, di Jakarta, Selasa (4/2).

Pada tahun lalu, PHE ONWJ telah berhasil menyelesaikan proyek LIMA Subsidence Remediation, yaitu proyek pengangkatan anjungan di lapangan LIMA yang mengalami penurunan dasar laut akibat kompaksi batuan di dalam tanah.

Hal ini, lanjut Jonly,merupakan aplikasi teknologi terbaru dengan skala terbesar yang pertama di dunia. Pengangkatan anjungan ini berhasil menjaga kelangsungan produksi di area tersebut yang menyumbang produksi 4.000 BOPD dan 20 MMSCFD.

Selain pemeliharan fasilitas, PHE ONWJ juga melakukan beberapa pengembangan untuk meningkatkan produksi di tahun-tahun mendatang seperti pengembangan lapangan UL. Pada bulan Februari 2014, lapangan UL siap untuk beroperasi dan diharapkan mampu menambah produksi minyak sebesar 2.200 BOPD dan 9,5 MMSCFD.

Selain itu, pengembangan lapangan GG telah melakukangroundbreaking pembangunan fasilitas pemrosesan gas di Balongan, Indramayu yang akan digunakan untuk memproses dan mengalirkan gas dari lapangan GG ke konsumen serta telah memulai tahap fabrikasi pembuatan anjungan GGA.

Kemudian aktivitas pemboran sumur eksplorasi MTX-1dan YYS telah selesai dilakukan dan dilanjutkan dengan pemboran sumur eksplorasi DA-1 yang masih berlangsung. Kemudian pada tahun ini, PHE ONWJ juga merencanakan untuk melakukan kegiatan Seismic 3D di perairan Karawang, Indramayu dan Cirebon. Semua kegiatan tersebut diharapkan dapat menambah cadangan migas PHE ONWJ.

Selain fokus pada upaya produksi dan penambahan cadangan migas, PHE ONWJ juga mencatatkan prestasi yang menggembirakan di bidang kesehatan, keamanan, keselamatan dan lingkungan (HSSE).

Dukung pelestarian lingkungan

Dalam menjalankan operasinya, PHE ONWJ selalu menerapkan standard keamanan dan keselamatan yang tinggi, sehingga kegiatan operasi tidak menimbulkan kecelakaan kerja. Pada 2013, PHE ONWJ membukukan catatan 15.621.625 jam kerja tanpa kecelakaan.

Komitmen PHE ONWJ dalam pengelolaan lingkungan termasuk kegiatan pemboran dan well service telah dibuktikan melalui pencapaian sertikasi Manajemen Sistem Lingkungan ISO 14001 di seluruh station yang dimiliki.

Atas prestasi di bidang lingkungan, PHE ONWJ meraih penghargaan Proper Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup selama tiga tahun berturut-turut dan dinominasikan sebagai salah satu perusahaan yang berhak memperoleh Proper Emas.

Penghargaan ini diberikan atas komitmen PHE ONWJ terhadap kelestarian lingkungan dengan mengimplemetasikan sistem manajemen lingkungan di seluruh area operasi perusahaan dengan sangat baik dan telah melebihi ketentuan dari yang dipersyaratkan pemerintah.

Selain itu, komitmen PHE ONWJ dalam menjamin kehandalan fasilitas offshore yang dimiliki dibuktikan dengan diperolehnya sertifikat kelayakan konstruksi anjungan lepas pantai pada 127 anjungan milik PHE ONWJ yang diberikan oleh Direktorat Jenderal Migas pada April 2013 lalu.

“Banyaknya aktivitas untuk mendukung kelangsungan dan upaya peningkatan produksi migas harus diiringi dengan kinerja keamanan dan keselamatan kerja yang semakin baik,” tegas Jonly. [ardi]