SCG Terus Perluas Investasi di ASEAN

Catatkan Penjualan Rp 147,5 Triliun

Rabu, 05/02/2014

NERACA

Jakarta - Perusahaan konglomerasi di kawasan ASEAN yang memiliki 3 bisnis utama yaitu semen, bahan kimia dan kertas ini membukukan pendapatan hasil penjualannya sebesar US$14.130 juta atau sekitar Rp147,5 triliun yang secara year on year (yoy) tumbuh 7% di semua lini bisnisnya. Sementara itu, SCG juga membukukan kenaikan laba sebesar 56% yoy menjadi US$1.195 juta atau sekitar Rp12,47 triliun yang diklai SCG sebagai wujud terus pulihnya margin bisnis bahan kimia serta meningkatkannya permintaan produk semen dalam negeri.

Presiden dan CEO SCG Kan Trakulhoon dalam paparan laporan keuangan terkonsolidasi (unaudited) SCG dan anak usahanya mengatakan, SCG akan terus memperluas investasi guna mempertahankan pertumbuhan berkesinambungan perusahaan di ASEAN,”Kami tengah membangun pabrik semen pertama di Indonesia dan Myanmar serta meningkatkan kapasitas produksi pabrik semen di Kamboja”, katanya dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (4/2).

Selain ekspansi perusahaan semennya, SCG juga tengah melebarkan sayap bisnis bahan kimianya. Saat ini, SCG tengah melaksanakan proses tender subkontraktor untuk kompleks petrokimia terintegrasi di Vietnam. Pihaknya juga tengah mendiskusikan penawaran bisnis lain yang dapat mendukung strategi ekspansi bisnis kami di ASEAN,”Setelah menunjuk penasihat keuangan, kami dapat menyelesaikan laporan keuangan pada akhir tahun,”ujarnya.

Selain memperluas bisnisnya di ASEAN, SCG juga terus mengembangkan produk dan jasa bernilai tambah tinggi (HVA Product) lewat riset dan pengembangan. Hal ini dibuktikan SCG dengan meningkatkan anggaran riset dan pengembangan menjadi US$130 uta atau sekitar Rp1,3 triliun untuk tahun 2014.

Sementara ditahun 2013 kemarin SCG menghabiskan Rp703 miliar untuk riset dan pengembangan yang berhasil mendorong volume penjualan produk bernilai tambah tinggi hingga 35% dari total penjualan tahun lalu. Sedangkan produk ramah lingkungan berkontribusi sebesar 26% dari total penjualan.

Untuk tahun finansial 2013, pendapatan operasional dari penjualan gabungan SCG di ASEAN tercatat tumbuh 25% yoy atau sebesar Rp13,2 triliun berkat akuisisi yang dilakukan SCG di Indonesia dan Vietnam,”Akuisisi terhadap Prime Group Joint Stock Company (Prime Group) menjadikan SCG sebagai produsen keramik terbesar di dunia dengan kapasitas produksi tertinggi. Prime Group merupakan perusahaan manufaktur bahan bangunan terkemuka di Vietnam”, jelasnya.

Aset gabungan SCG senilai total Rp164,6 triliun seddangkan aset SCG di ASEAN sebesar Rp26,8 triliun yang merupakan 16% dari total aset gabungan SCG. Sedangkan pada tahun finansial 2013, total aset SCG di Indonesia terhitung sebesar Rp13,09 triliun atau meningkat 17% yoy berkat investasi pabrik semen di Sukabumi dibawah Semen Jawa, saham di Chandra Asri Petrochemical serta akuisisi Primacorr Mandiri untuk bisnis kertas bergelombang (corrugated paper).

SCG Indonesia mengumumkan pertumbuhan pendapatan dari penjualan sebesar 8% yoy menjadi Rp4,48 triliun didorong peningkatan penjualan beton cor, distribusi, bisnis pipa dan beton pracetak serta konsolidasi bisnis kertas bergelombang (corrugated paper) pada kuartal keempat 2013. (nurul)