MNC Land Raih Pinjaman Rp 271 Miliar

Jaminkan Aset Perusahaan Ke BTN

Rabu, 05/02/2014

NERACA

Jakarta – Meskipun bakal mendapatkan permodalan dari aksi korporasinya melalui penawaran umum terbatas atau atau rights issue, namun masih dirasakan kurang. Karena itu, PT MNC Land Tbk (KPIG) menjaminkan perusahaan untuk memperoleh kredit dari PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) sebesar Rp271 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Direktur PT MNC Land Tbk, Daniel Yuwono mengatakan, jaminan perusahaan tersebut diberikan untuk menjamin fasilitas kredit yang diperoleh anak usaha perseroan yakni PT Investasi Hasil Sejahtera (IHS) dari Bank BTN cabang Surabaya,”Pemberian jaminan perusahaan kepada Bank BTN berdasarkan akta jaminan perusahaan No. 57 tanggal 29 Januari 2014," kata Daniel.

Menurut Daniel, tidak terdapat kompensasi finasial yang harus dibayarkan oleh IHS kepada perseroan sehubungan dengan pemberian jaminan perusahaan kepada Bank BTN oleh perseroan. Asal tahu saja, MNC Land berencana melakukan rights issue sebanyak-banyaknya 1,4 miliar saham atau sebesar 22,7% dari modal ditempatkan dan disetor penuh direstui pemegang saham.

Untuk aksi korporasi tersebut, perseroan menargetkan dana sebesar Rp2,22 triliun. Nantinya, dana hasil right issue tersebut akan digunakan untuk mengakuisisi PT Bali Nirwana Resort milik PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) sebesar Rp 956,02 miliar atau sekitar 55,91% kepemilikan saham. Selain itu perseroan akan mengalokasikan dana sebesar Rp600 miliar untuk akuisisi lahan, dan sisanya Rp658,05 miliar akan digunakan untuk modal kerja perseroan.

Emiten properti ini berencana mengembangkan kawasan pariwisata terpadu seperti menggarap Villa dan Kondotel. Namun belum disebutkan lokasi dan nilai investasi untuk mewujudkan keinginan perseroan tersebut. Disamping itu, perseroan juga tengah membangun kawasan wisata terpadu, terluas, dan terlengkap bertaraf internasional yang berlokasi di kawasan Lido, Bogor, Jawa Barat.

Kawasan rekreasi yang akan berdiri di atas lahan seluas 1.136 hektar akan dibangun dalam beberapa tahap. Dimana untuk tahap pertama diperkirakan akan menelan dana investasi hingga lebih dari Rp3 triliun. Untuk tahap awal, perseroan akan membangun infrastruktur, seperti jalan dan fasilitas lainnya yang mendukung. Kemudia, pihaknya juga bakal membangun fasilitas penunjang seperti resort, hotel dan villa. Diperkirakan pembangunan ini hanya akan memakan waktu 1-2 tahun. Perseroan telah membeli lahan seluas 1.136 hektar di Lido dengan nilai sekitar Rp1,4 triliun dari entitas milik grup Bakrie yaitu Bakrieland pada tahun 2013 lalu. (bani)