Setelah Filipina, LCGC Diekspor ke Malaysia

Sektor Otomotif

Rabu, 05/02/2014

NERACA

Jakarta - Kementerian Perindustrian menargetkan ekspor mobil murah ramah lingkungan atau low cost green car (LCGC) mencapai 30% dari total produksi mobil tersebut di Indonesia dalam lima tahun mendatang.

Menteri Perindustrian, MS Hidayat mengatakan menargetkan 30% dari total mobil murah ini akan diekspor dalam 5 tahun. Sekarang yang non-mobil murah 16% sudah ekspor. Saya sudah meminta kepada semua produsen agar ditingkatkan menjadi 30%.

Saat ini, pabrikan otomotif yang telah memulai untuk melakukan ekspor yaitu Daihatsu. Produsen mobil tersebut mengekspor sebanyak 500 unit per bulan ke Filipina. Sehingga diharapkan sekitar 6.000 unit LCGC yang diekspor ke negara tersebut pada 2014.

"Setelah ke Filipina, akan diekspor seperti ke Malaysia. Pokoknya ada tiga negara lain di Asia, juga sedang dijajaki untuk ke Afrika maupun Amerika Latin. Kalau kita sudah buka ekspor ke suatu negara, akan lebih mudah diekpor ke negara lain," jelasnya di Jakarta, Selasa (4/2).

Sementara itu, mengenai aturan yang mengharuskan mobil jenis ini untuk mengkonsumsi BBM non-subsidi, Hidayat mengatakan pemerintah akan segera memperbaiki aturan tersebut. "Saya akan perbaiki. Sekarang pun terbukti tidak meningkatkan konsumsi BBM itu sendiri," tandasnya.

Sekedar Informasi, kalau saat ini Program mobil murah ramah lingkungan (low cost green car/LCGC) direspons oleh industri otomotif di Tanah Air dengan berlomba-lomba memproduksi mobil segmen tersebut.

Untuk bisa memproduksi mobil LCGC diperlukan beberapa persyaratan. Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian Budi Darmadi mengatakan, saat ini baru dua agen tunggal pemegang merek (ATPM) yang memenuhi persyaratan dan sudah bisa menjual mobil LCGC.

"Toyota dan Daihatsu sudah mendapat izin untuk memasarkan Astra Toyota Agya dan Astra Daihatsu Ayla. Sedangkan Suzuki dan Honda baru industrinya yang sudah mendapat izin. Sedangkan izin untuk memasarkan Suzuki Karimun Wagon R dan Honda Brio Satya masih dalam proses," kata Budi.

Mobil murah ramah lingkungan memang masih didominasi pabrikan mobil Jepang, yaitu Toyota, Daihatsu, Suzuki, dan Honda. Akan segera menyusul adalah Nissan, sementara itu, pabrikan mobil Jepang lainnya, Mitsubishi, menyatakan belum tertarik untuk terjun ke pasar LCGC.

Mobil LCGC didesain sebagai mobil perkotaan (city car) yang berharga dan berbiaya murah, irit bahan bakar serta ramah lingkungan. Mobil LCGC harus menggunakan mesin dengan isi silinder maksimal 1.200 cc dan memiliki efisiensi bahan bakar minimal 20 kilometer per liter.

Agya-Ayla

Astra Toyota Agya dan Astra Daihatsu Ayla merupakan produk pengembangan bersama PT Toyota Astra Motor (TAM) dan PT Astra Daihatsu Motor (ADM), dua industri otomotif yang sebagian sahamnya dimiliki PT Astra International.

Dari sisi spesifikasi mesin dan rangka, kedua mobil itu ibarat saudara kembar, karena sangat mirip. Hanya saja, sebagai pemimpin pasar sebagian besar mobil penumpang, Toyota lebih berani memberikan fitur keamanan, misalnya dual airbag, sehingga harganya sedikit lebih mahal.

Agya dan Ayla menggunakan mesin 1KR-DE, tiga silinder segaris 12 katup, DOHC dengan isi silinder 998 cc (dibulatkan menjadi 1.000 cc). Bagi Daihatsu, mesin tersebut merupakan pengembangan dari mesin Xenia (mobil segmen MPV) tipe D dan M yang menggunakan mesin EJ-VE DOHC VVT-i. Meskipun sama-sama memiliki kapasitas silinder 1.000 cc (Xenia 989 cc), tiga silinder dan 12 katup, mesin yang dipasang di Ayla diklaim sudah dikembangkan sehingga lebih ramah lingkungan.

Sedangkan bagi Toyota, mesin untuk Agya benar-benar mesin baru. Meskipun sama-sama berada di segmen city car, spesifikasi Agya dan Toyota Etios Valco yang bukan LCGC cukup berbeda. Etios Valco menggunakan mesin 3 NR-FE, empat silinder, 16 katup DOHC dengan kapasitas silinder 1.197 cc (1.200 cc).

Selain persamaan dalam hal mesin, Agya dan Ayla juga memiliki kesamaan dalam rangkanya. Kedua mobil itu menggunakan ranga High Tensile Strength Steel yang diklaim sebagai baja ringan yang memiliki kekuatan yang sangat kuat, tetapi 40% lebih ringan.

Rangka baja itu juga diklaim mampu menyalurkan benturan melampaui kabin. Sehingga, ketika terjadi tabrakan dari depan, rangkanya akan menyalurkan energi benturan dari depan ke belakang, melampaui kabin penumpang.

Astra Toyota Agya dibanderol dengan kisaran harga Rp99.900.000 hingga Rp120.750.000, sedangkan Astra Daihatsu Ayla dipasarkan dengan kisaran harga Rp76.500.000 hingga Rp114.150.000.

Brio Satya

PT Honda Prospect Motor (HPM), ATPM mobil Honda di Indonesia pun tak mau kalah berpartisipasi dalam mobil murah ramah lingkungan. Mereka pun meluncurkan Honda Brio Satya, salah satu varian New Honda Brio, yang berkonsep LCGC.

Honda hanya tinggal menunggu izin dari Kementerian Perindustrian untuk memasarkan Brio Satya yang diklaim 85% komponennya merupakan produk lokal. Brio Satya merupakan salah satu varian dari New Honda Brio.