Menkeu Klaim Masih Tercapai - Target inflasi 2014

NERACA

Jakarta - Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan, target laju inflasi 2014 sebesar 5,5 persen masih dapat tercapai pada akhir tahun, meskipun laju inflasi pada Januari telah tercatat tinggi sebesar 1,07 persen. "Kalau polanya sama seperti tahun lalu, target 5,5 persen inflasi dapat tercapai," ujarnya di Jakarta, Senin (3/2).

Chatib menjelaskan tahun lalu laju inflasi mencapai 8,38 persen, karena terjadi kenaikan harga bahan bakar minya (BBM) bersubsidi pada pertengahan tahun yang menyumbang inflasi sekitar tiga persen dan menyebabkan inflasi tinggi diluar perkiraan.

"Tahun lalu, kenaikan inflasi akibat BBM naik tiga persen, berarti di luar pengaruh BBM, inflasi hanya lima persen. Jadi, kalau targetnya 5,5 persen, 'more or less' tercapai, karena tidak ada lagi kenaikan harga BBM," katanya.

Chatib mengatakan, kondisi tersebut tidak lagi mengkhawatirkan karena pemerintah tidak akan mengeluarkan kebijakan yang berdampak terhadap inflasi pada tahun ini, dan laju inflasi Januari yang relatif tinggi masih sesuai prediksi.

"Tidak bisa membandingkan angka Januari sekarang dengan 2013, karena (penghitungan) tahun dasar berubah, selain itu perbedaan 'exchange rate' dengan Januari tahun lalu hampir 30 persen. Inflasi masih relatif sesuai, meskipun distribusi terganggu," ujarnya.

Menurut Chatib, hal yang dapat diupayakan untuk menekan inflasi sepanjang tahun adalah dengan melakukan pembenahan struktural seperti memperbaiki infrastruktur dan melepas kuota impor agar distribusi bahan makanan tidak terganggu.

"Kalau mau membuat harga stabil, jangan diterapkan kuota. Itu efeknya dari Agustus setelah kita berubah dari kuota ke tarif, harga pangan mulai turun. Selain itu, distribusi pangan terganggu akibat banjir, jadi kita memang harus melihat ini secara lebih struktural," katanya.

BPS mencatat inflasi Januari 2014 mencapai 1,07 persen, atau relatif tinggi dari rata-rata inflasi pada bulan Januari yang terjadi dalam lima tahun terakhir, termasuk Januari tahun lalu yang tercatat inflasi sebesar 1,03 persen.

Sementara, pemerintah dalam APBN 2014 dan Bank Indonesia sama-sama memberikan target laju inflasi sebesar 4,5 plus minus satu persen atau 5,5 persen, lebih rendah dari realisasi tahun 2013 yang mencapai 8,38 persen. [ardi/lulus]

BERITA TERKAIT

Punya 737 Gerai, SiCepat Ekspres Targetkan Kirim 1Juta Paket Perhari

    NERACA   Jakarta – PT SiCepat Ekspres Indonesia telah ingin terus menambah kapasitas gerai yang diakhir tahun 2019…

2020, PLN Fokus Listriki 78.000 Rumah di Papua

      NERACA   Jakarta – Jadi tugas besar bagi PT PLN Direktorat Bisnis Regional Maluku dan Papua untuk…

Kendalikan Impor, Pemerintah Dorong Pemanfaatan PLB E-Commerce

  NERACA   Jakarta - Untuk dapat mengendalikan maraknya peredaran produk-produk impor yang membanjiri Indonesia, pemerintah mendorong pengusaha importir dan…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Piko Hidro Disiapkan untuk Bantu Terangi Papua

      NERACA   Jakarta - Dibandingkan 32 provinsi lain yang ada di Indonesia, rasio elektrifikasi di Papua dan…

Tarif LRT akan Dibanderol Rp12 ribu

    NERACA   Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengemukakan bahwa perkiraan tarif tiket kereta layang ringan…

Program PKH Dinilai Ubah Perilaku Hidup

    NERACA   Jakarta - Program Keluarga Harapan (PKH) berdasarkan survei independen MicroSave Colsulting Indonesia berdampak signifikan mengubah perilaku…