Bank Dunia dan Jepang Luncurkan Manajemen Risiko Bencana

NERACA

Jakarta - Bank Dunia dan Pemerintah Jepang meluncurkan program baru yang bertujuan membantu meningkatkan kemampuan manajemen risiko bencana di negara-negara berkembang.

"Jepang telah lama menjadi pemimpin dalam pengarusutamaan manajemen risiko bencana ke dalam agenda pembangunan global, dan pengalaman mereka sendiri menunjukkan bahwa pencegahan bencana sangat bermanfaat," kata Wakil Presiden Pembangunan Berkelanjutan Bank Dunia Zoubida Allaoua dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (3/2).

Program baru Bank Dunia-Jepang tersebut akan memiliki fokus yang kuat dalam memperkuat ketahanan termasuk identifikasi dan reduksi risiko, serta persiapan dan proteksi finansial.

Dengan pengalaman yang telah dihadapi Jepang dalam menghadapi bencana alam, ujar dia, akan membantu negara-negara berkembang guna memperbaiki tingkat kesejahteraan masyarakat khususnya kaum miskin yang paling rentan terdampak bencana.

Sementara itu, Wakil Menteri Senior untuk Pembiayaan dan Rekonstruksi Jepang, Jiro Aichi mengatakan pihaknya berkomitmen untuk mendukung kerjasama teknis dalam manajemen risiko bencana yang akan memberdayakan pengetahuan dan teknologi Jepang yang diambil baik dari sektor publik maupun swasta, termasuk para akademisi.

"Kami harap manajemen risiko bencana akan disatukan ke dalam proyek Bank Dunia sebagaimana dalam karya pembangunan lainnya secara keseluruhan," kata Jiro Aichi.

Sebagai bagian dari program itu, sebuah kantor hub (penghubung) di Tokyo akan mempertahankan jaringan Jepang dan pusat regional dalam manajemen risiko bencana serta bekerjasama dengan sektor publik dan swasta guna membantu negara-negara berkembang dalam merancang dan menerapkan proyek manajemen risiko bencana tersebut.

Sedangkan data di Indonesia menyebutkan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 203 bencana terjadi di berbagai daerah di Indonesia selama Januari 2014.

"Selama 1-31 Januari 2014 ada 203 kejadian bencana dengan 178 korban meninggal dunia," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho.

Selain itu, BNPB juga mencatat terdapat 1,2 juta pengungsi akibat berbagai bencana alam yang terjadi. [ardi]

BERITA TERKAIT

Penjelasan Belum Memuaskan - BEI Bakal Kembali Panggil Manajemen SOCI

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali meminta manajemen PT Soechi Lines Tbk (SOCI) meminta penjelasan terkait dengan…

Dunia Usaha - Industri Hijau Bisa Masuk Bagian Program Digitalisasi Ekonomi

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian bertekad untuk terus mendorong sektor industri manufaktur di Indonesia agar semakin meningkatkan kegiatan yang terkait…

Likuiditas Seret - Bank Mayapada Batal Bagikan Dividen Interim

NERACA Jakarta – Mempertimbangkan menjaga likuiditas keuangan, PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA) menggagalkan rencananya untuk membagikan dividen interim tahun…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Asosiasi Dukung Penindakan Fintech Ilegal

      NERACA   Jakarta - Asosiasi FinTech Indonesia (AFTECH) mendukung penindakan hukum terhadap aksi perusahaan teknologi finansial (tekfin)…

Bank Mandiri Targetkan Pertumbuhan Kredit 11,5%

  NERACA   Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 11,5 persen pada 2019 lebih rendah…

Adira Insurance Berikan Penghargaan 23 Kota - Sistem Tata Kelola Keselamatan Jalan

      NERACA   Jakarta - Asuransi Adira menyelenggarakan Indonesia Road Safety Award (IRSA) sebagai upaya untuk menyadarkan pentingnya…