Inflasi Januari Lebih Tinggi dari Konsensus

NERACA

Jakarta - Ekonom dari Asia Pacific Economic & Market Analysis Citi Research Helmi Arman mengatakan laju inflasi pada Januari 2014 sebesar 1,07 persen (mom) sedikit lebih tinggi di atas konsensus saat ini yakni di bawah satu persen.

"Inflasi Januari tercatat sebesar 1,07 persen mom ( 8,22 persen yoy ), sedikit lebih tinggi dibandingkan konsensus inflasi," ujar Helmi di Jakarta, Senin (3/2).

Helmi menuturkan, Januari yang merupakan musim penghujan dan mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah di Tanah Air, membuat distribusi barang terganggu sehingga menjadikan sejumlah bahan makanan harganya naik.

"Inflasi Januari 2014 secara bulan ke bulan (month on month) lebih tinggi dibandingkan inflasi Januari 2013, namun secara tahun ke tahun (yoy) masih tercatat rendah karena adanya perubahan tahun dasar untuk penghitungan laju inflasi," kata Helmi.

Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja mengubah Indeks Harga Konsumen (IHK) tahun dasar untuk penghitungan laju inflasi, dari berdasarkan survei biaya hidup tahun 2007 menjadi tahun 2012, dengan mencakup beberapa perubahan.

Kepala BPS Suryamin mengatakan perubahan penghitungan laju inflasi tersebut termasuk adanya penambahan cakupan kota, paket komoditas dan diagram timbang, serta dimulai sejak Januari 2014.

"Dalam tahun dasar baru 2012, sejumlah item yang telah menyebabkan inflasi tinggi (yoy) (misalnya tarif bensin dan tarif angkutan umum ) terlihat bahwa bobot mereka berkurang," ujar Helmi.

Secara terpisah, lanjut Helmi, inflasi inti Januari 2014 tercatat sebesar 4,53 persen (yoy), namun angka tersebut tidak dapat dibandingkan dengan angka 4,98 persen pada Desember 2013 , karena ada perubahan yang nyata pada komposisi paket komoditas inti. [ardi]

BERITA TERKAIT

Elektabilitas Hary Tanoe Tinggi - Pengamat Ekonomi: Paham Ekonomi, Cocok jadi Cawapres

Elektabilitas Hary Tanoe Tinggi Pengamat Ekonomi: Paham Ekonomi, Cocok jadi Cawapres NERACA Jakarta - Media Survei Nasional (Median) merilis hasil…

Lagi, GNA Group Luncurkan Golden Park3 Serpong - Minat Pasar Cukup Tinggi

NERACA Serpong- Menyusul kesuksesan pengembangan beberapa kawasan hunian di wilayah Jabodetabek, pengembang GNA Group melalui anak usahanya PT Graha Nuansa…

Astra "Kepincut" Bisnis Tol Trans Jawa - Miliki Potensi Trafik Lebih Besar

NERACA Jakarta – Dorongan pemerintah agar pihak swasta ikut andil dalam proyek pembangunan infrastruktur pemerintah, rupanya menjadi daya tarik PT…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

AXA Mandiri – Kemenkes Berdayakan Masyarakat Difabel

      NERACA   Jakarta - PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) bersama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia…

Kredit Pendidikan Perlu Pendampingan Usaha

    NERACA   Jakarta - Pakar Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta Wuryadi mengharapkan pemerintah memberikan fasilitas pendampingan usaha bagi mahasiswa…

LPS Minta Bank Edukasi Nasabah - Tingkatkan Kepercayaan Terhadap Bank

      NERACA   Jakarta - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengimbau perbankan melakukan edukasi kepada nasabah terkait adanya fasilitas…