Industri Manufaktur Tumbuh 5,64% Pada 2013

NERACA

Jakarta – Badan Pusat Stastistik melansir pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang tahun 2013 mengalami peningkatan sebesar 5,64% dibanding tahun 2012. Hal ini disebabkan adanya kenaikan produksi industri kendaraan di dalam negeri. Juga dipengaruhi peningkatan produktifitas pada industri barang logam bukan mesin dan industri makanan.

“Sampai akhir Desember 2013 kemarin pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang mengalami peningkatan sebesar 5,64% dibanding tahun 2012. Hal ini disebabkan naiknya produksi kendaraan bermotor, trailer dan semi trailer sebesar 11,48%. Jadi memang industri otomotif dalam negeri sepertinya sedang menggenjot produksinya,” kata kepala BPS Suryamin di Jakarta, Senin (3/2).

Suryamin menjelaskan pertumbuhan yang signifikan juga terjadi pada industri makanan mengalami peningkatan sebesar 10,77%. Sedangkan industri logam dasar tumbuh sebesar 10,57%. Bahkan industri barang logam bukan mesin dan peralatannya yang meningkat sebesar 11,37%.

“Boleh jadi kita dapat optimis dengan kebutuhan pasar domestik akan barang-barang tersebut mulai bisa dipenuhi oleh industri dalam negeri. Karena memang mulai terjadi peningkatan yang signifikan. Bahkan sejumlah barang-barang itu juga diharapkan dapat menjadi subtitusi barang modal dan bahan baku industri yang masih mengandalkan impor,” tutur Suryamin.

Industri kecil dan mikro

Secara wilayah pertumbuhan produktifitas terjadi pada industri-industri yang beroperasi di wilayah Jawa dan Sumatera. “Di Lampung pertumbuhan produksi mencapai 7,93%. Bahkan di Jawa Timur yang umumnya industri logam tumbuh sebesar 9,22%,” tambah Suryamin.

Meski begtu Suryamin tidak menafikan ada beberapa industri besar dan sedang yang pertumbuhannya mengalami penurunan produksi. Hal itu terjadi pada industri tekstil yang turun sebesar 8,65% dan jasa reparasi serta pemasangan mesin dan peralatannya turun sebesar 6,76%. “Sedangkan industri farmasi serta produk obat kimia dan obat tradisional mengalami penurunan sebesar 6,02%.”

Lanjut, Suryamin juga melaporkan produktifitas industri manufaktur kecil dan mikor mengalami pertumbuhan sebesar 7,51% terhadap tahun 2012. “Pada sektor ini bahkan pertumbuhan terus terjadi selama tiga tahun terakhir. Pada tahun 2012 tumbuh sebesar 4,06% terhadap tahun 2012. Dan tahun 2011 tumbuh sebesar 4,71% terhadap tahun 2010.”

Pertumbuhan produktifitas pada industri manufaktur kecil dan mikro itu sendiri terjadi pada industri barang dari kulit dan alas kaki sebesar 9,32%. Juga indsutri minuman mengalami pertumbuhan sebesar 11,79%.

“Begitu juga dengan industri logam dasar mikro tumbuh sebesar 12,07%. Komputer, barangelektronik dan optic sebesar 16,57%. Bahkan industri makanan tumbuh sebesar 17,58%,” tukas Suryamin. [lulus]

BERITA TERKAIT

ERP Segera Diterapkan Pada 2019

      NERACA   Jakarta - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menargetkan sistem jalan berbayar elektronik (ERP) dapat diterapkan…

Pasar Modal di Bali Diyakini Tumbuh Positif - Dampak Penyederhaan Kebijakan

NERACA Denpasar - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis kinerja pasar modal dan industri keuangan nonbank di Bali dan Nusa Tenggara…

Penyaluran Kredit BCA Tumbuh Hingga 12,3%

    NERACA   Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menumbuhkan penyaluran kredit sebesar 12,3 persen (tahun ke…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

BI : Siklus Krisis Ekonomi 10 Tahunan Tak Relevan

      NERACA   Jakarta - Pernyataan bahwa siklus krisis ekonomi di Indonesia akan terjadi setiap 10 tahun sekali…

Jepang Tertarik Bangun MRT Di Jakarta

      NERACA   Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno melakukan kunjungan kerja ke Tokyo, Jepang…

Empat Provinsi Siaga Karhutla

      NERACA   Jakarta - Sebanyak empat provinsi, yaitu Sumatra Selatan (Sumsel), Riau, Kalimantan Barat (Kalbar), dan Kalimantan…