Strategi Telkom Menjaring Laba di Sektor UKM

Bidik Pendapatan Rp2,5 Triliun

Selasa, 04/02/2014

NERACA

Jakarta- Pertumbuhan sektor usaha kecil dan menengah (UKM) di tanah air dinilai menjadi potensi pasar yang menjanjikan bagi PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) untuk mempertebal kocek perseroan di tahun ini. Emiten telokomunikasi ini menargetkan dapat meraup pendapatan sebesar Rp2,5 triliun melalui produk teknologi yang ditawarkan ke sektor tersebut.

Direktur Enterprise and Business Service PT Telkom, Muhammad Awaluddin mengatakan, dengan pertumbuhan yang signifikan, UKM memiliki potensi pasar TI yang cukup besar. Apalagi selama ini pelaku UKM belum banyak yang memanfaatkan TI untuk mengembangkan usaha mereka terutama untuk menembus pasar global. Padahal produk mereka sebenarnya juga bisa dipasarkan secara global.

Setidaknya, terdapat sekitar 50 juta UKM yang tersebar di seluruh Indonesia. Pihaknya mencatat, pada tahun 2013 optimistis sebanyak 150.000 UKM yang menggunakan solusi Telkom, sedang untuk tahun 2014 diharapkan meningkat menjadi 500.000 UKM, dan 2015 dapat mencapai satu juta pengguna.

“Telkom berkewajiban untuk mengembangkan sector UKM agar lebih maju dan modern. Apalagi sekarang UKM juga sudah mulai memahami manfaat TI,” katanya di Jakarta, kemarin.

Diketahui, salah satu solusi andalan yang ditawarkan Telkom untuk menggarap pasar UKM adalah solusi aplikasi bisnis terpadu "Enterprise Resource Planning" (ERP) dengan nama Bostoko atau "Bisa online untuk semua Toko.

Untuk pengembangan program BosToko ini, Telkom disebut sebut mengalokasikan dana sekitar Rp2 miliar. "Saat ini ada sekitar 7.000 toko yang menggunakan BosToko. Tahun 2014 kami bidik 20.000 UKM yang bergabung dengan omzet hanya dari BosToko sekitar Rp20 miliar," ujarnya.

Pihaknya mencatat, selama ini sektor korporasi masih memberikan kontribusi terbesar Rp 7,5 triliun, dan selama lima tahun terakhir ini kenaikan sudah mencapai 11%. Produk yang banyak dikonsumsi korporasi dan UKM adalah layanan broadband dan IT service sekitar 61%, sedang sisanya dari layanan suara.

Ditargetkan, perseroan dapat memperoleh pendapatan dari pasar layanan korporasi sebesar Rp10 triliun pada tahun 2014, naik 8,11% dibanding tahun 2013 yang diperkirakan sekitar Rp9,25 triliun. Pihaknya menilai, pasar teknologi informasi pada korporasi merupakan jangkar sehingga berani mematok pertumbuhan di atas rata-rata industri.“Saat ini jumlah pelanggan korporasi Telkom mencapai 1.200 perusahaan, dan pelanggan kategori UKM sekitar 150.000 perusahaan.” jelasnya.

Sebagai informasi, Telkom tahun ini akan memacu pertumbuhan bisnis pada layanan teknologi informasi. Sebagai BUMN yang bergerak dalam sektor bisnis teknologi komunikasi dan Informasi (TIK), Telkom tidak dapat hanya mengandalkan sumber sumber revenue-nya pada bisnis access dan connectivity (legacy) yang melayani sambungan telepon kabel, komunikasi data, broadband, satelit, jaringan dan interkoneksi.

Selama lima tahun terakhir, Telkom sebagai market leader layanan telekomunikasi di segmen korporasi dan bisnis usaha kecil menengah (UKM) berhasil menjaga pertumbuhan bisnis legacy-nya di segmen korporasi dengan rata-rata growth sebesar 5%. Namun, di sisi lain, Telkom menyadari bahwa trend life style masyarakat dalam berkomunikasi sudah sangat berkembang dan mengarah terhadap penggunaan kreativitas konten dan aplikasi serta IT services (new wave). (lia)