IHSG Terbebani Aksi Ambil Untung Investor

NERACA

Jakarta – Aura profit taking yang telah terasa sejak pekan sebelumnya tampaknya masih berlanjut di awal pekan ini. Pelaku pasar langsung mengambil posisi jualan setelah melihat penutupan laju bursa saham AS dan Eropa di akhir pekan sebelumnya yang kembali melemah.

Kepala riset Trust Securities Reza Priyambada menjelaskan, saat laju bursa saham Asia termasuk IHSG sedang libur dalam suka cita merayakan Imlek 2565 ternyata banyak sentimen negatif yang beredar di AS dan Eropa terkait masih adanya imbas hasil pertemuan The Fed, melambatnya indeks manufaktur China, dan masih adanya beberapa rilis kinerja emiten global yang di bawah estimasi,”Selain itu, masih turunnya nilai tukar rupiah dan merahnya laju bursa saham Asia dan pembukaan bursa saham Eropa membuat laju IHSG berbalik melemah. Bahkan adanya rilis inflasi dan surplusnya neraca perdagangan juga masih membuat IHSG mendekam di zona merah”, katanya di Jakarta, Senin (3/2).

Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4410,78 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4377,54 (level terendahnya) di pertengahan sesi 1 dan berakhir di level 4386,26. Volume perdagangan naik dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.

Di awal pekan, laju bursa saham Asia masih melanjutkan pelemahannya, terutama oleh bursa saham Asia yang buka antara lain Nikkei, KOSPI, STI, Indonesia, dan lainnya. Sementara HSI dan Shanghai masih libur Imlek. Rilis turunnya non-manufacturing PMI China dan building permits Australia direspon negative,”Di sisi lain, adanya rilis di akhir pekan sebelumnya, yaitu NBS manufacturing PMI China yang juga tercatat lebih rendah dan turunnya neraca perdagangan KorSel menambah sentimen negatif”, ujarnya.

Imbas data-data Asia yang dinilai kurang baik turut membuat laju bursa saham Eropa masih melanjutkan pelemahannya. Rilis kinerja beberapa emiten yang di bawah estimasi serta di barengi rilis pelemahan indeks manufaktur Inggris dan Itali menambah sentimen negatif. Padahal terdapat sentimen positif dari rilis kenaikan indeks manufaktur Jerman, Perancis, Spanyol, dan Zona Euro.

Pada perdagangan Selasa (4/2) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4370-4379 dan resistance 4421-4432. Berpola menyerupai bearish harami di atas middle bollinger bands (MBB). MACD downtrend terbatas dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic cenderung kembali downreversal,”IHSG mampu bertahan di atas kisaran target support (4340-4372) namun, memberikan sinyal dan potensi pelemahan lanjutan. Untuk itu, meski pelemahan saat ini memberikan level entry yang menarik namun, tetap mewaspadai potensi pelemahan lanjutan”, jelasnya. (nurul)

BERITA TERKAIT

Investor Summit 2018 Sambangi Surabaya

Rangkaian acara paparan publik dari perusahaan tercatat secara langsung di 8 kota Investor Summit 2018 kembali berlanjut dengan tujuan kota…

Ekonom UI : Investor Diminta Tidak Panik

NERACA Jakarta – Jeli dan cermat berinvestasi terhadap mengkonsumsi kondisi informasi disekitar, mutlak diperlukan bagi seorang investor agar tidak salah…

Tren IHSG Masih Berada di Zona Merah - Sentimen Negatif Perang Dagang

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (18/9) ditutup melemah 12,46 poin masih…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Model Bisnis Sangat Potensial - Digitaraya Jadi Investor Strategis Pertama Passpod

NERACA Jakarta – Keseriusan PT Yelooo Integra Datanet (Passpod) untuk segera melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), menarik banyak perhatian…

Lagi, BEI Suspensi Saham Mahaka Media

Lagi, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham PT Mahaka Media Tbk (ABBA) pada perdagngan saham Rabu (19/9).…

Obligasi Masih Ramai di Sisa Akhir Tahun

NERACA Jakarta – Meskipun dihantui sentimen kenaikan suku bunga, potensi pasar obligasi dalam negeri hingga akhir tahun masih positif. “Dengan…