SUGI Kembangkan Pematang di Blok Panjang

Kantungi Izin Dari SKK Migas

Selasa, 04/02/2014

NERACA

Jakarta – PT Sugih Energy Tbk (SUGI) melalui anak usahanya Petroselat Ltd akan mengembangkan lapangan pematang di Blok Selat Panjang PSC (Plan of Development/PoD) setelah mendapat persetujuan dari SKK Migas.

Sekretaris Perusahaan PT Sugih Energy Tbk Fachmi Zarkasi mengatakan dengan adanya persetujuan dari SKK Migas ini diharapkan produksi minyak dari Blok Selat Panjang PSC dapat mencapai sekitar 4.400 barel minyak per hari. Selain itu, produksi gas diharapkan dapat mencapai sekitar 24 juta standar kaki kubik per hari,”Sesuai dengan syarat dan ketentuan yang ada didalam POD, rencananya Petroselat akan mencapai titik puncak produksi dari Blok Selat Panjang PSC pada periode produksi tahun 2018”, katanya dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Berdasarkan data yang tercantum dalam POD, kandungan minyak yang ada pada Blok Selat Panjang PSC sebanyak 37,5 MMSTB (million stock tank barrels of oil) dan kandungan gas 118,4 BSCF (billions of standard cubic feet of gas),”Kami berharap POD dapat direalisasikan mulai tahun 2014, sehingga dapat menyumbang tambahan penghasilan bagi perseroan untuk tahun buku mendatang”, ungkapnya.

Sesuai dengan penghitungan dalam POD, perkiraan atas penghasilan kotor (gross revenue) yang akan diterima dapat mencapai jumlah kumulatif sebesar US$941,85 juta. Petroselat merupakan operator dari Blok Selat Panjang PSC yang terletak di bagian timur dari Propinsi Riau yang merupakan aset migas dari perseroan.

Sementara itu, untuk mengembangkan 3 blok migas miliknya dan investasi tahun depan, perseroan menyiapkan dana investasi sebesar US$110 juta. Presiden Direktur PT Sugih Energy Tbk Andhika Anindyaguna dalam paparannya menyebutkan perseroan berniat akan menggelontorkan investasi unutk sejumlah aksi korporasi.

Adapun dana yang akan digelontorkan sebesar US$110 juta untuk investasi termasuk akuisisi Ramba Energy. Dana sebesar US$80 juta untuk akuisisi 51 persen saham Ramba Energy Limited dan US$30 juta untuk pengembangan tiga blok migas perseroan. Sedangkan sumber dana investasi tersebut akan sepenuhnya berasal dari pinjaman perbankan.

Terkait rencana akuisisi Ramba Energy Limeted, perseroan telah mendapat persetujuan perpanjangan waktu untuk mengakuisisinya. Persetujuan tersebut didapat dari Singapore Industry Council. Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) disebutkan, perpanjangan waktu untuk akuisisi Ramba Energy sampai 31 Maret 2014.

Persetujuan tersebut untuk menyelesaikan persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan di bidang perseroan terbatas, energi dan pasar modal di Indonesia dan Singapura. Sugih Energy berencana mengakuisisi 51% saham Ramba Energy. Keinginan tersebut telah diumumkan sejak 6 September 2013. Sebelumnya, SUGI juga telah mendapatkan izin dari Securities Industry Council untuk mengakuisisi Ramba Energy.“Perseroan berharap hasil akuisisi Ramba Energy bisa berkontribusi maksimal di semester kedua tahun ini”, katanya. (nurul)