Adhi Karya Properti Bidik Dana Rp 750 Miliar

Rencanakan Go Public di 2015

Selasa, 04/02/2014

NERACA

Jakarta – Menyusul rencana PT WIKA Beton anak usaha dari PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) go public pada tahun ini, bakal di lakukan hal yang sama oleh anak usaha PT Adhi Karya, PT Adhi Persada Properti (APP). Hanya saja, rencana Adhi PersadaProperti go public atau menawarkan saham perdana di pasar modal akan dilakukan pada tahun 2015.

Direktur Pengembangan dan Pemasaran PT Adhi Persada Properti, Pulung Prahasto mengatakan, penawaran saham perdana atau initial public offering perseroan akan dilakukan tahun 2015 dan membidik dana hingga Rp 750 miliar, “Kita cita-cita untuk IPO tahun 2015 nanti,”ujarnya di Jakarta, Senin (3/2).

Dana tersebut, lanjut Pulung, akan digunakan untuk pengembangan usaha perusahaan dan pembangunan proyek-proyek properti lainnya, baik yang sedang dikembangkan ataupun yang akan dibangun,”Ini kan salah satu opsi pendanaan, target kita sekitar Rp 600-700 miliar. Uangnya akan kita gunakan untuk menunjang proyek-proyek high rise utamanya yang akan kita kembangkan," kata dia.

Rencana IPO perusahaan itu ditempuh agar APP tidak lagi banyak bergantung terus kepada induk usaha dalam hal ini PT Adhi Karya Tbk. Selain itu, tujuannya pun untuk ekspansi perusahaan,”Strategi itu kita tempuh supaya tidak mengganggu ke ADHI-nya. Karena kalau kita bergantung terus dengan induk usaha, takutnya keuangan mereka juga akan terbebani, kan mereka butuh untuk ekspansi juga,”ungkapnya.

Namun, dikatakan Pulung rencana IPO ini belum diketahui oleh induk usaha. Namun perseroan sudah menunjuk penasihat finansial untuk aksi tersebut. Asal tahu saja, di Tahun kuda ini, industri pasar modal bakal kebanjiran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bakal listing di papan PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Pasalnya, selain PT WIKA Beton, PLN Batam dan Garuda Maintenance Facilities (GMF), bakal disusul PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V dan PTPN VII.

Rencananya kedua perusahaan tersebut akan dicatatkan pada bursa saham lewat mekanisme Initial Publik Offering (IPO), “Kita melaksanakan rapat privatisasi yang diajukan oleh team privatisasi, yang diajukan oleh Menteri BUMN untuk dua. Yang pertama adalah PTPN V yang kedua adalah PTPN VII,”kata Menko Perekonomian Hatta Rajasa.

Hatta menjelaskan, langkah awal yang tengah disiapkan adalah penyatuan seluruh PTPN di bawah induk usaha. Sesuai dengan rencana pada dua tahun lalu. Dengan tujuan untuk memperkuat perusahaan perkebunan milik negara. Ini menjadi catatan sebelum IPO,”Pertama holding harus diselesaikan terlebih dahulu oleh karena itu akan segera rapat karena sudah diajukan kepada Presiden karena merupakan bagian dari strategi besar BUMN,”ujarnya.

Kedua, diperlukan pembenahan manajemen, efisiensi meningkatkan kinerja. Ketiga adalah timing, pricing, sizing menjadi penting, apakah saat ini tepat atau tidak oleh sebab itu keputusannya akan melibatkan Menteri keuangan, pertanian dan BUMN.

Dirinya menilai, keputusan untuk IPO sangat positif kedepannya. Karena dapat menambah modal dan memberikan kesempatan untuk publik dapat memiliki saham pada perusahaan tersebut. Namun belum dapat dipastikan waktu pelaksanaan IPO kedua BUMN ini,”Pada prinsipnya kita memahami karena IPO itu penting bisa menambah modal, menjadi efisien dan melakukan perluasan lahan dan replanting," ujarnya. (bani)