DIDUGA PROGRAM KPUCK PUSAT Nilai Anggaran Proyek di Arjawinangun Cirebon Tak Jelas

NERACA

Cirebon - Nilai anggaran pada Proyek Kementrian Pekerjaan Umum Cipta Karya (KPUCK) di Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon, diduga tak jelas jutrungnya. Pasalnya, pihak kontraktor tidak mencantumkan besarnya nilai anggaran pada papan proyek. Pada papan proyek itu hanya tercantum nama PT, serta peruntukan proyek serta waktu pengerjaan.

Dari hasil pantauan Harian Ekonomi Neraca Cirebon di lapangan menyebutkan, proyek tersebut berada di Desa Arjawinangun dan Desa Jungjang Wetan. Proyeknya sendiri, berupa pembuatan jalan sepanjang kurang lebih 2 Km serta lebar 3 meter, plus pembuatan tanggul pada sisi jalan sepanjang 600 meter. Disamping itu, ada juga proyek pemasangan paving blok, sepanjang 1200 meter. Proyeknya sendiri dikerjakan oleh PT. Helmi Putra Jaya, yang entah beralamat dimana dan diduga fiktif.

Dari papan proyek yang terpasang itu disebutkan, pekerjaan tersebut merupakan program KPUCK pusat, berupa pengembangan kawasan permukiman Jawa Barat. Proyeknya sendiri berupa penanganan kawasan kumuh. Namun diduga, material yang digunakan terutama batu untuk marka dam, tidak sesuai peruntukan. Kabarnya, memang pihak konsultan masih menunggu hasil lab tentang kekuatan batu tersebut.

“Kami memang masih menunggu hasil uji lab untuk mengetahui kekuatan batu ini, layak tidaknya dipakai. Tapi sepertinya mendekati ketentuan, ya kita pakai saja,” kata orang yang mengaku konsultan yang ditemui Neraca beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Kabid Bankim Dinas Cipta Karya Kabupaten Cirebon, Arif, BP membantah bahwa pihak Dinas Cipta Karya setempat dilibatkan dalam proyek tersebut. Malahan menurut dia, justru pihaknya mempertanyakan keberadaan proyek tersebut untuk melakukan koordinasi di lapangan. Arif juga mengaku tidak tahu menahu besaran dana untuk proyek itu.

“Terung terang, saya tidak tahu menahu masalah proyek itu. Wong dilibatkan dan diajak bicara saja tidak. Minimal kami sebelumnya diajak untuk mendampingi, karena ini kan wilayah kami. Minimal permisi kalau mau ada proyek disini. Tapi secara aturan memang tidak salah, tapi etikanya kan tidak ada. Giliran wartawan yang menyenakan, kami sekarang yang dibut repot,” kata Arif pada Neraca, Selasa (26/7)

Namun pernyataan berbeda diungkapkan Kasie Bankim Dinas Cipta Karya Kabupaten Cirebon, Asep Djamaludin. Menurut Asep, dirinya memang sempat tahu terkait masalah proyek tersebut. Namun dia mengaku tidak mengetahui seberapa jauh pelaksanaannya dilapangan. Asep juga enggan berkomentar terkait kualitas batu seperti apa yang seharusnya dipakai untuk proyek ini.

“Memang saya sempat tahu, tapi kan itu bukan urusan saya. Kita memang tidak dilibatkan, jadi saya tidak mau berurusan terlalu jauh. Masalah kualitas batu, lihat saja hasil uji lab- nya,” tukas Asep.

BERITA TERKAIT

Pemerintah Tidak Terbuka Dengan Utang - Oleh : Edy Mulyadi Direktur Program Centre for Economic and Democracy Studies (CEDeS)

Ngutang lagi. Kali ini berjumlah US$4 miliar dalam bentuk penerbitan global bond. Ada tiga seri global bond yang diterbitkan, masing-masing bertenor…

Program Pembangunan Dikorupsi Ciptakan Kerugian

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan program pembangunan yang dikorupsi menciptakan kerugian sebagian dari keseluruhan pelaksanaan program…

Paramount Hadirkan Program Akhir Tahun

Paramount Hadirkan Program Akhir Tahun "Paramount Land Year-End Festival 2017" NERACA Tangerang - Paramount Land perusahaan pengembang properti menghadirkan rumah…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Sekda: Pembangunan KEK Sumsel Terus Berlanjut

Sekda: Pembangunan KEK Sumsel Terus Berlanjut NERACA Palembang - Sekretaris Daerah (Sekda) Sumatera Selatan Nasrun Umar mengatakan, pembangunan kawasan ekonomi…

Tangerang Luncurkan Perizinan Melalui Daring

Tangerang Luncurkan Perizinan Melalui Daring NERACA Tangerang - Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten, meluncurkan perizinan mengunakan daring (online) sehingga memudahkan warga…

Pemkab Lebak Gandeng Perusahaan Tingkatkan Kualitas UMKM

Pemkab Lebak Gandeng Perusahaan Tingkatkan Kualitas UMKM NERACA Lebak - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak menggandeng PT Indomarko dan PT Pos…