KEPALA DIPARDA JABAR : Remaja Berperan Aktif dalam Kepariwisataan

Bandung - Balai Pengembangan Kemitraan Pelatihan Tenaga Kepariwisataan dan Kebudayaan menggelar Pembinaan Wisata Remaja Unggulan (PWRU) selama 3 hari, dari Selasa (26/7) kemarin s/d Kamis (28/7) mendatang. Acara digelar di Hotel Kedaton, Jl. Suniaraja Kota Bandung dan dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat H. Herdiwan.

NERACA

Didampingi Kepala Balai Pengembangan Kemitraan Pelatihan Tenaga Kepariwisataan dan Kebudayaan, H. Moch. Kahfi, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, H Herdiawan menjelaskan, kegiatan ini diikuti 40 siswa, dari SMKN, Pramuka, Palang Merah Remaja (PMR) yang ada di Kota Bandung, serta anggota kepolisian pariwisata Polda Jabar.

Selain pemberian materi tentang kepariwisataan, lanjutnya, peserta juga akan melakukan out bound ke Imah Seniman, Lembang. Disana, peserta akan diberikan pengetahuan tentang kepariwisataan sehingga peserta dapat memahami dan menerapkan bagaimana menjadi tuan rumah dan menjadi wisatawan yang baik.

“Kegiatan ini memberikan pengetahuan yang edukatif dan bernilai cultural serta menambah wawasan tentang pariwisata yang memperhatikan lingkungan (ekologi). Tertanamnya sadar wisata melalui penerapan sapta pesona sejak dini secara konsisten di kalangan remaja,” ujar dia.

Ditegaskan Herdiwan, remaja sebagai bagian dari sumber daya manusia memiliki potensi intelektualitas sehingga mampu berpikir komprehensif, memiliki minat positif untuk mengenal lingkungan alam dan budaya serta mempunyai minat pada kegiatan wisata, diharapkan menjadi pendorong terhadap pengembangan pariwisata khususnya di Jawa Barat.

“Disparbud dalam hal ini sangat menaruh perhatian kepada peran remaja, dapat menjaga lingkungan hidup dengan silih asih, asuh dan asah. Seperti corat coret di dinding pagar rumah, di pusat pertokoan, di lingkungan obyek wisata itu merupakan hal yang tidak terpuji. Jadilah, anak remaja yang memiliki rasa tanggungjawab terhadap keasrian kelestarian lingkungan hidup, dimana kita sebagai masyarakat yang baik,” papar dia.

Pembangunan Kesra Mandeg

Sementara Neraca di Bandung juga melaporkan, anggota DPRD Kabupaten Indramayu, Selasa (26/7) kemarin, menggelar audiensi dengan DPRD Jabar. Dari hasil pertemuan tersebut, terungkap adanya kemandengan pembangunan kesra di Indarmayu, sehingga disesalkan para anggota DPRD Indramayu tersebut

Anggota Badan Anggaran (Bangang) DPRD Jawa Barat, Hellmi Atta, saat dikonfirmasi Neraca, sangat menyesalkan kemandegan pembangunan kesra di Indramayu tersebut.

Menurut Helmi, sebagaimana dilaporkan oleh pihak DPRD Indramayu, beberapa program kesra yang mandeg antara lain di bidang pendidikan berupa pembangunan RKB yang saat ini belum bisa direalisasikan serta pembangunan perpustakaan yang juga belum dapat direalisasikan.Di bidang kesehatan juga ada kemandegan yaitu pembangunan Poned.

Kemandegan tersebut dinilai Hellmi janggal, karena untuk pembangunan RKB untuk ratusan sekolah, dengan merujuk kepada janji Gubernur Jabar, pada akhir tahun menyatakan untuk RKB lelang dapat dilakukan akhir tahun sehingga pada April 2011 pembangunan RKB sudah selesai dan tentunnya pada posisi Juni atau Juli tatkala tahun ajaran baru siswa bisa mempergunakannya. Namun, kenyataannya hingga saat ini memasuki akhir Juli 2011 lelang saja tak bisa dilakukan.

Untuk PONED, karena terlambatnya dana dari Provinsi juga hingga saat ini belum dapat terwujud . Kenyataan ini dinilai mubazir karena dokter dan perawat di sana sudah disediakan.

Sementara itu, untuk pembangunan perpustakaan yang bersumber dari DAK perpustakaan juga disesalkan karena baik dari DPRD Indramayu maupn DPRD Jabar, tidak tahu berapa anggaran yang dialokasikan.

Atas temuan tersebut, ujar Helmi DPRD jabar akan melakukan pemantauan dan mengevaluasi kelemahan tersebut. Untuk DAK pendidikan, temuan ini akan dilaporkan kepada pihak Provinsi.

BERITA TERKAIT

Otto: "Seperti Ada Negara di Dalam Negara"

Otto: "Seperti Ada Negara di Dalam Negara" NERACA Jakarta - Pengacara terkemuka Otto Hasibuan mengharapkan majelis hakim Tipikor Jakarta yang…

Kesadaran Masyarakat dalam Perencanaan Dana Pensiun Masih Rendah

  NERACA   Surabaya - Manulife Indonesia menyebutkan kesadaran masyarakat Indonesia dalam perencanaan dana pensiun masih rendah, karena dari total…

Otto: "Seperti Ada Negara di Dalam Negara"

Otto: "Seperti Ada Negara di Dalam Negara" NERACA Jakarta - Pengacara terkemuka Otto Hasibuan mengharapkan majelis hakim Tipikor Jakarta yang…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

YEL Dukung PLTA Batangtoru Ramah Lingkungan

YEL Dukung PLTA Batangtoru Ramah Lingkungan NERACA Jakarta - Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batangtoru di Tapanuli Selatan merupakan…

PT Rekadaya Elektrika Gelar Program CSR Pelatihan HTHT di Bukittinggi - Agar Kualitas Hidup ABK Lebih Baik dan Mandiri

PT Rekadaya Elektrika Gelar Program CSR Pelatihan HTHT di Bukittinggi  Agar Kualitas Hidup ABK Lebih Baik dan Mandiri NERACA Bukittinggi…

Proses Penyaluran Dana LPDB Tetap Berjalan

Proses Penyaluran Dana LPDB Tetap Berjalan NERACA Jakarta - Realisasi penyaluran dana bergulir Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro…