Modernisasi Soekarno-Hatta Tak Andalkan APBN

Modernisasi Soekarno-Hatta Tak Andalkan APBN

Jakarta---Kementerian Perhubungan menegaskan modernisasi Bandara Soekarno Hatta takkan mengandalkan dana APBN. Oleh karena itu memodernisasi terhadap bandara itu lebih mengutamakan dana internal PT Angkasa Pura II yang menyedot hingga Rp 11,7 triliun.

“Pembangunan ini semua dari Angkasa Pura II. Jadi rencananya akan dibangun 2012, dan di 2014 Bandara Soekarno-Hatta bakal jadi bandara kelas dunia," kata Dirjen Hubungan Udara Kementerian Perhubungan Herry Bhakti kepada wartawan di Jakarta,26/7

Menurut Herry, bandara ini sudah mendesak dikembangkan. Alasanya kapasitasnya sudah tidak memadai lagi untuk menampung pesawat dan juga penumpang yang jumlahnya terus meningkat. "Nanti intinya terminal 3 akan dikembangkan dengan besar. Konsepnya bakal lebih moderen. Diharapkan selesai 2014 dan pembangunannya awal tahun depan," tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama Angkasa Pura II Tri Sunoko mengatakan PT Angkasa Pura II (Persero) berambisi menjadikan bandara Soekarno-Hatta sebagai bandara 10 besar di dunia. Karena itu, bandara terbesar di Indonesia ini akan dimodernisasi mulai 2012. "Di 2014 target kami menjadi bandara peringkat 10 sampai 20 besar di dunia. Kalau sekarang, kita sudah tidak terdaftar sama sekali di dunia," ungkapnya.

Lebih jauh kata Tri juga mengakui, Bandara Soekarno-Hatta sudah tidak memadai lagi kondisinya untuk menampung penumpang dan pesawat. Padahal tingkat kepadatan atau kesibukan Soekarno-Hatta menduduki peringkat 16 di dunia. "Tapi dari segi pelayanan Soekarno-Hatta tidak terdaftar sama sekali. Oleh sebab itu di 2014 kita bertekad masuk 10 sampai 20 besar di dunia," jelasnya.

Tri menambahkan pembenahan Soekarno-Hatta sudah mendesak untuk dilakukan karena fasilitas tak memadai. "Sekarang kapasitasnya 2 juta penumpang, padahal sekarang jumlah penumpang mencapai 4 juta lebih. Parkir mobil kendaraan juga demikian tak memadainya," tandasnya.

Yang jelas, Tri juga menyadari bagaimana buruknya kondisi jalan di seputar bandara yang membuat arus kendaraan seringkali macet. "Setiap hari macetnya minta ampun. Harusnya dilakukan perombakan total. Sistemik secara total. Sistem bandara, terminal, dan parkir pesawat harus dikembangkan. Ini menjawab kebutuhan masyarakat," katanya.

Dijelas Tri, nantinya bandara Soekarno-Hatta akan dirombak dengan menggunakan teknologi moderen. "Dengan teknologi moderen ini, peluang calo tak ada lagi. Masalah sosial seperti calo akan dihilangkan dengan teknologi moderen, bukan dengan penyisiran," imbuhnya

Selain mengandalkan dana internal PT AP II, juga berasal dari pinjaman perbankan dalam negeri. Beberapa perubahan lain yakni, akan adanya angkutan tanpa awak untuk mengantar penumpang dari terminal 1, 2, dan 3 serta pusat perbelanjaan yang berada di integrated building.

Sekretaris Perusahaan PT Angkasa Pura II Hari Cahyono mengatakan desain baru bandara ini untuk pengembangan dan mengantisipasi terbatasnya kapasitas. "Sekarang ini kapasitas bandara untuk 22 juta penumpang, namun kenyataannya sudah ada 44 juta. Jadi ini untuk pengembangan," ujar Hari.

Semua fasilitas di bandara ini bakal sesuai dengan standar internasional. Masing-masing terminal akan terhubung satu sama lain. "Itu adalah sebuah bangunan baru dimana akan saling menghubungkan antar terminal. Kita tidak mengenal lagi terminal 2A, B, C, D, E, F. Nanti penerbangannya di mana, akan diarahkan," tukas Hari.

Fasilitasnya tentu standar-standar internasional. Di antara terminal 3, terminal 1 dan 2 nanti ada connecting building. Itu adalah sebuah bangunan baru dimana akan saling menghubungkan antar terminal. Kita tidak mengenal lagi terminal 2A, B, C, D, E, F. Nanti penerbangannya di mana, akan diarahkan. *cahyo

BERITA TERKAIT

3 Kawasan Ekonomi Khusus Tak Jelas Operasinya

NERACA Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyebutkan terdapat tiga kawasan ekonomi khusus (KEK) yang telah diusulkan sebagai…

Kredit 2018, Perbankan Tak Mampu Agresif

      NERACA   Jakarta - Perbankan diperkirakan tidak akan mampu agresif dalam menyalurkan kredit pada semester I 2018…

Pasokan Beras Tak Lagi Cukup

  NERACA   Jakarta - Ketua DPD Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras (Perpadi) DKI Jakarta Nellys Sukidi dalam…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Berantas Pungli, Pelindo I Luncurkan E-Berthing

  NERACA Riau - PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 melakukan Launching E-berthing di Pelabuhan Sri Bintan Pura,…

Konsumen Berhak untuk Tarif Listrik Wajar

  NERACA Jakarta - Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengatakan konsumen berhak atas tarif listrik…

Proyek Irigasi di 2018 Bertambah 2.000

  NERACA Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan jumlah proyek irigasi nasional pada 2018 tercatat…