Pemerintah Siapkan Dua PTPN Go Public

Di Tahun kuda ini, industri pasar modal bakal kebanjiran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bakal listing di papan PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Pasalnya, selain PT WIKA Beton,PLN Batam dan Garuda Maintenance Facilities (GMF), bakal disusul PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V dan PTPN VII.

Pemerintah menggelar rapat rencana privatisasi dua BUMN, yaitu PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V dan PTPN VII. Rencananya kedua perusahaan tersebut akan dicatatkan pada bursa saham lewat mekanisme Initial Publik Offering (IPO), “Kita melaksanakan rapat privatisasi yang diajukan oleh team privatisasi, yang diajukan oleh Menteri BUMN untuk dua. Yang pertama adalah PTPN V yang kedua adalah PTPN VII,”kata Menko Perekonomian Hatta Rajasa di Jakarta, kemarin.

Hatta menjelaskan, langkah awal yang tengah disiapkan adalah penyatuan seluruh PTPN di bawah induk usaha. Sesuai dengan rencana pada dua tahun lalu. Dengan tujuan untuk memperkuat perusahaan perkebunan milik negara. Ini menjadi catatan sebelum IPO,”Pertama holding harus diselesaikan terlebih dahulu oleh karena itu akan segera rapat karena sudah diajukan kepada Presiden karena merupakan bagian dari strategi besar BUMN," kata Hatta.

Kedua, diperlukan pembenahan manajemen, efisiensi meningkatkan kinerja. Ketiga adalah timing, pricing, sizing menjadi penting, apakah saat ini tepat atau tidak oleh sebab itu keputusannya akan melibatkan Menteri keuangan, pertanian dan BUMN.

Dia menilai keputusan untuk IPO sangat positif kedepannya. Karena dapat menambah modal dan memberikan kesempatan untuk publik dapat memiliki saham pada perusahaan tersebut. Namun belum dapat dipastikan waktu pelaksanaan IPO kedua BUMN ini,”Pada prinsipnya kita memahami karena IPO itu penting bisa menambah modal, menjadi efisian dan melakukan perluasan lahan dan replanting," ujarnya.

Hatta mengatakan saat ini kebijakan tersebut masih dalam tahap rencana. Pembahasan lebih lanjut menunggu strategi besar dari Kementerian BUMN. Ia harapkan itu bisa dilaporkan pada Februari mendatang. (bani)

BERITA TERKAIT

Terregra Asia Siapkan Capex US$ 1 Miliar - Bangun Pembangkit Lisrik 500 MW

NERACA Jakarta – Danai pembangunan pembangkit litrik dengan memanfaatkan energi baru terbarukan (EBT) atau renewable energy dengan kapasitas 500 megawatt…

INSA Minta Dukungan Pemerintah Majukan Pelayaran

NERACA Jakarta – Indonesian National Shipowners Association (INSA) minta dukungan pemerintah untuk mendorong daya saing serta membuka peluang pasar bagi…

Pemerintah Minta Pemda Miliki Data RTLH dan Kawasan Kumuh

    NERACA   Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meminta pemerintah daerah (Pemda) untuk memiliki data…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Intiland Bukukan Pendapatan Usaha Rp 1,8 Triliun

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Intiland Development Tbk (DILD) berhasil membukukan pendapatan usaha di semester pertama 2018 sebesar Rp1,8…

Adi Sarana Armada Beli 2.900 Armada Baru

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan bisnis lebih agresif lagi, PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) terus melakukan peremajaan armada. Dimana…

Pabrik Baru di Sumatera Selatan - Arwana Komersialkan Paruh Kedua di 2019

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan kapasitas produksi, PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) mulai menggelontorkan investasi untuk pembangunan pabrik baru perseroan…