Sumber Energi Bukukan Laba US$ 20,13 Juta

NERACA

Jakarta – PT Sumber Energi Andalan Tbk (ITMA) berhasil membukukan peningkatan laba bersih menjadi US$20,13 juta sepanjang tahun 2013. Jumlah ini meningkat siginifikan dibandingkan periode tahun 2012 hanya sebesar US$8,69 juta. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Perseroan mengakui bahwa pencapaian laba ini berhasil ditopang dengan adanya kenaikan pada pendapatan bunga, bagian atas hasil bersih entitas asosiasi serta penjualan aset tidak lancar. Padahal, pendapatan perseroan di tahun 2013 kurang baik dengan hanya membukukan US$327,700 dari tahun sebelumnya sebesar US$2,09 juta.

Namun dengan adanya kenaikan pada pendapatan bunga sebesar US$15,735 serta bagian atas hasil bersih entitas asosiasi sebesar US$18,84 juta dan dari penjualan aset tidak lancar sebesar US$1,81 juta berhasil menopang perolehan laba bersih perseroan.

Sepanjang 2013 perseroan juga mencatat adanya kenaikan pada jumlah aset perseroan, yakni sebesar US$54,42 juta dari sebelumnya US$34,63 juta di akhir Maret 2013. Sedangkan kas dan setara kas akhir periode 2013 tercatat sebesar US$2,27 juta.

Selain itu, pada Januari 2014, perseroan mulai melakukan perdagangan batu bara di mana perdagangan ini dilakukan khususnya untuk memenuhi permintaan di dalam pasar yang berkembang seperti India dan Cina.

Prsiden Direktur PT Sumber Energi Andalan Tbk Ashok Kotamraj berharap perseroan bisa melakukan perdagangan sejumlah kurang lebih 200.000 ton batu bara pada tahun pertama dan akan meningkat secara bertahap menjadi 500.000 dan 1.000.000 ton pada tahun kedua dan ketiga dari kegiatan operasionalnya.“Perusahaan akan memulai perdagangan batu bara dengan perusahaan induk baru kemudian dengan pihak ketiga”, katanya.

Sedangkan, terkait adanya batas minimum jumlah saham yang beredar (free float), perseroan juga berencana meningkatkan free float yang ditargetkan paling lambat terealisasi 2 tahun mendatang atau pada 2016.“Pada saat ini free float perusahaan sebesar 5,39%, peningkatan saham beredar ini akan ditingkatkan dalam dua tahap yakni 10 % free float sampai dengan Juli 2014 dan 15% free float sampai Januari 2015. Peningkatan free float ini akan diusulkan untuk pada pokoknya dilakukan melalui private placements”, jelasnya.

Sebelumnya, dia juga menyampaikan babhwa bisnis pertambangan batubara yang digeluti perseroan baru dapat memberikan hasil pada tahun ini. Karena perseroan baru beralih dari bisnis tambang emas ke tambang batubara pada tahun 2011.

Ke depan, seiring pertumbuhan bisnis perseroan, dia menyatakan pihaknya berencana mengakuisisi tambang batubara dan membangun pembangkit listrik. “Ini merupakan rencana jangka panjang, namun untuk pembangkit listrik kemungkinan pada 2015 baru dapat terealisasi karena ijinnya panjang. Untuk sekarang kita fokus trading batubara dulu,”ujarnya. (nurul)

BERITA TERKAIT

Transjakarta Bagikan Dividen Rp 40 Miliar

NERACA Jakarta- Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) memutuskan untuk membagikan dividen perusahaan kepada…

Raup Ceruk Pasar Luar Negeri - WIKA Targetkan Kontrak Baru Capai Rp 6 Triliun

NERACA Jakarta – Sukses meraih kontrak baru di Afrika menjadi batu loncatan bagi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) untuk…

Transformasi Pasar Modal Kredibel - OJK Terus Perkuat Supervisi Pengawasan

NERACA Jakarta – Kasus gagal bayar keuntungan reksadana yang menimpa Minna Padi Aset Manajemen dan Narada Aset Manajemen menjadi alasan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Divestasi Bank Permata - Astra Luluh Ke Tawaran Bank Bangkok

NERACA Jakarta – Sikap bersikukuh PT Astra International Tbk (ASII) untuk tetap mempertahankan kepemilikan saham di PT Bank Permata Tbk…

Wujudkan Perusahaan Sehat - Garuda Bekukan Rute London Yang Bikin Tekor

NERACA Jakarta – Perdagangan saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (12/12) pada sesi…

Perintis Tiniti Bidik Dana IPO Rp 250 Miliar

NERACA Jakarta –Tutup tahun 2019, minat perusahaan untuk mencatatkan saham perdananya di pasar modal masih tinggi. Salah satunya, PT Perintis…