Komitmen BLTA Segerakan Laporan Keuangan

Berharap Suspensi Segera Dicabut

Senin, 03/02/2014

NERACA

Jakarta – Saham disuspensi otoritas bursa, membuat PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) akan menyegerakan laporan kuartal guna mempercepat pencabutan suspense,“Kami targetkan, sebelum akhir bulan Maret ini akan menyerahkan laporan ke pihak otoritas,”kata Direktur keuangan PT Berlian Laju Tanker Tbk Kevin Wong di Jakarta, kemarin.

Dia menjelaskan, langkah yang akan dilakukan perseroan saat ini adalah segera mungkin menyetorkan laporan kuartalan Perseroan. Selanjutnya, perseroan berencana menggelar rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) 2013 yang belum dilaksanakan hingga saat ini. Setelah itu, perseroan juga akan berusahan menyelesaikan program PKPU.“Hari ini kami sudah lakukan publik ekspos tahun 2011, 2012, dan insedentil. Manajemen juga akan kerja laporan keuangan kuartalan dan segera gelar RUPST. Setelah itu, kedepannya kami akan berusaha untuk menuhi ketentuan-ketentuan itu tepat waktu. Dengan demikian, kami berharap Otoritas bisa mempertimbangkan untuk mencabut suspensi atas saham BLTA”, jelasnya.

Dia menyebutkan, perseroan masih ingin melihat sahamnya tetap tercatat dan bisa diperdagangkan kembali di Bursa Efek Indonesia (BEI). Karena hingga saat ini saham BLTA masih disuspensi di seluruh pasar sejak bulan Januari 2013.

Perusahaan pelayaran ini hingga saat ini masih dalam keadaan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), perseroan juga belum menyerahkan laporan keuangan kuartalan 2013. Hal itu menyebabkan saham BLTA disuspensi oleh BEI selama setahun lebih.“Memang sudah cukup lama saham kami disuspensi oleh bursa. Hal itu karena masalah PKPU dan manajemen juga belum menyerahkan laporan keuangan kuartalan 2013. Namun kami akan terus berusaha untuk memenuhi tanggung jawab kami sebagai perusahaan terbuka (Tbk), sehingga saham BLTA bisa kembali diperdagangkan di Bursa”, harapnya.

Dia mengungkapkan, pencabutan suspensi atas saham BLTA tersebut sangat tergantung oleh otoritas BEI, dan bukan tergantung pada manajemen BLTA. Akan tetapi, dia berjanji perseroan akan selalu berusaha memenuhi ketentuan, sehingga pihak otoritas bisa mempertimbangkan untuk mencabut suspensi saham BLTA.

Sebagai informasi, cukup lamanya disuspensi saham BLTA bakal terancam di delisting oleh BEI. Ketegasan BEI melakukan delisting telah dilakukan jelang akhir tahun lalu terhadap saham PT Dayaindo Resources International Tbk (KARK). Penyebabnya adalah perusahaan tersebut dinyatakan pailit oleh pengadilan niaga Jakarta Pusat.

BEI memberikan waktu satu bulan untuk menyelesaikan urusan dengan para investor. Sehingga, penghapusan pencatatan saham KARK efektif pada Desember 2013. Proses delisting KARK ini masuk kategori delisting paksa (forced delisting). Seperti diatur dalam Peraturan No I-I Tentang Penghapusan Pencatatan (Delisting) dan Pencatatan Kembali (Relisting) Saham di Bursa dikemukakan ada beberapa hal yang menyebabkan forced-delisting. (nurul)