Sosialisai Kondom Harus Tepat Sasaran

NERACA

Sosialisasi penggunaan kondom kepada masyarakat terutama kelompok berisiko harus terus dilakukan untuk mencegah penularan HIV/AIDS dan penyakit menular seksual lainnya.

Berdasarkan data Komisi Penanggualangan AIDS Nasional (KPAN), sekitar 77% penularan HIV/AIDS terjadi melalui hubungan seks. Sekretaris KPAN Kemal Siregar mengatakan di Jakarta, Minggu, kelompok berisiko menjadi populasi kunci yang memegang peran penting dalam penularan HIV/AIDS. Yang termasuk kelompok berisiko itu yakni wanita tuna susila (WTS) atau pekerja seks komersial (PSK), laki-laki pembeli seks komersial, dan kaum homoseksual.

Menurut data terakhir KPAN, di tahun 2013 jumlah masyarakat yang terjangkit virus mematikan tersebut, yaitu WTS sebanyak 10 persen, LSL (lelaki suka sesama lelaki) 9-12%, dan waria 35%. Adapun masyarakat umum hanya berkisar 0,2-0,3%, sekalipun angka resmi prevalensi HIV di masyarakat umum sedemikian, tetapi banyak pakar menganggap angka tersebut sebagai puncak gunung es, karena orang masih enggan untuk diperiksa HIV.

Hal senada juga disampaikan pakar kesehatan masyarakat dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Adi Sasongko. "Sosialisasi kepada kelompok berisiko dan masyarakat luas perlu terus ditingkatkan, agar tidak menyinggung kelompok masyarakat yang sensitif terhadap isu kondom," ujar dia.

Adi menyarankan agar dilakukan teknik yang berbeda antara sosialisasi pada masyarakat luas dan kelompok berisiko. Pada kelompok masyarakat umum, lanjutnya, sosialisasi sebaiknya dilakukan dengan menekankan kondom sebagai alat kontrasepsi.

Adi menambahkan, Indonesia sedang menghadapi moment kritis dalam memerangi ancaman HIV, dan saat ini Indonesia merupakan anggota ASEAN dengan kasus HIV yang tertinggi, estimasi 610.000 orang yang menderita HIV dan sekitar 76.000 infeksi HIV ini pada tahun 2012.

Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) Kemal Siregar mengungkapkan salah satu langkah yang ditempuh ialah mempromosikan penggunaan kondom kepada seluruh populasi kunci. "Hal itu sejalan dengan program Millenium Development Goals (MDGs) yang memasukkan penggunaan kondom sebagai salah satu cara mencegah penyebaran HIV/AIDS," ungkap Kemal.

BERITA TERKAIT

Perempuan Lebih Berisiko Aneurisma

Aneurisma dianggap sebagai 'silent killer'. Perempuan lebih berisiko terkena kondisi pelebaran pembuluh darah ini dibandingkan pria. Aneurisma merupakan kondisi kelainan…

Dampak Buruk Minuman Beralkohol pada Kesuburan

Tingkat kesuburan atau fertilitas seseorang bisa menjadi sebuah masalah. Banyak faktor yang memengaruhi kesuburan. Termasuk di antaranya faktor gaya hidup.…

Cara Efektif Cegah Serangan Jantung

Serangan jantung kini tak lagi memandang usia. Penyakit mematikan yang dulunya 'hanya' dikenal sebagai penyakit orang tua, kini juga menyasar…

BERITA LAINNYA DI KESEHATAN

Racun dalam Vape Ganggu Kekebalan Tubuh dan Picu Kanker

Rokok elektrik alias vape memicu kerusakan organ di dalam tubuh. Kandungan di dalam vape juga mengandung zat yang mengganggu sistem…

Ini Obat Alami untuk Panas Dalam

Panas dalam kerap dialami banyak orang, khususnya saat musim pancaroba. Serangan panas dalam sering digambarkan dengan kondisi tenggorokan yang panas,…

Mengulik Bahaya Minyak Curah yang Dilarang Pemerintah

Pemerintah melarang peredaran minyak curah terhitung sejak 1 Januari 2020 mendatang. Minyak curah yang beredar di pasaran dinilai berbahaya untuk…