Danamon Peduli-Pemkab Sragen Gelar Pasar Sejahtera

NERACA

Sragen - Yayasan Danamon Peduli bersama dengan Pemerintah Kabupaten Sragen dan didukung oleh semua pihak terkait dalam kegiatan program Pasar Sejahtera (Sehat, Hijau, Bersih dan Terawat). Danamon Peduli menyelenggarakan Hari Pasar Bersih Nasional (HPBN) ke-6 dan menggelar Seminar Nasional Pasar Sejahtera pada 28-29 Januari 2014.

Acara ini merupakan rangkaian kegiatan untuk mencapai salah satu tujuan program Pasar Sejahtera yaitu menggalang partisipasi publik mendukung revitalisasi pasar tradisional di tanah air melalui pengembangan pasar percontohan. Dengan semakin banyak pihak yang turut mendukung, diharapkan akan terjadi akselerasi revitalisasi pasar tradisional.

Peringatan HPBN yang ke-6 dilaksanakan di Pasar Bunder, Sragen, Jawa Tengah yang merupakan salah satu pasar percontohan program Pasar Sejahtera. Tujuan diadakannya HPBN adalah sebagai ajang untuk mengangkat dan menggalang kepedulian akan keberadaan pasar tradisional dan mengajak partisipasi masyarakat luas mendukung pembinaan perkembangan pasar tradisional.

Selain merupakan percontohan Pasar Sejahtera, Pasar Bunder merupakan salah satu dari 10 percontohan nasional Pasar Sehat Kementerian Kesehatan, dan di bawah program Pasar Sejahtera juga telah mengembangkan beberapa skema berbasis komunitas pasar yang inovatif yang dapat menjadi sumber pembelajaran.

Acara HPBN ke-6 ini dihadiri Bayu Krisnamurthi, Wakil Menteri Perdagangan, Wilfried Hasiholan Purba, perwakilan dari Kementerian Kesehatan, mitra Pemerintah Daerah dari tujuh lokasi Pasar Sejahtera, Muliadi Rahardja Direktur PT Bank Danamon Indonesia, Tbk dan Swandajani Gunadi, Direktur Adira Finance.

“Kiprah kami sebagai keluarga besar, Danamon dengan Yayasan Danamon Peduli, di pasar tradisional berjalan dalam waktu cukup lama dan mencakup dua sisi yaitu baik dari sisi investasi bisnis dan juga investasi sosial. Kami memandang investasi sosial ini merupakan kunci dari kesinambungan dari segala upaya yang dilakukan untuk merevitalisasi pasar tradisional maupun memberdayakan para pelaku pasar, yaitu para pedagang,” kata Muliadi di Sragen, Jawa Tengah, Rabu (29/1).

Hal inilah, lanjut Muliadi, yang diwujudkan melalui program Pasar Sejahtera oleh Yayasan Danamon Peduli bersama para mitra kerjanya. Perjalanan panjang dan pengalaman berharga inilah yang kami tuangkan dalam Modul Pasar Sejahtera.

Dorong revitalisasi pasar tradisional

Pada kesempatan yang sama, Bayu Krisnamurthi mengatakan, pasar merupakan salah satu sarana distribusi yang berperan untuk memperlancar arus barang antarwilayah khususnya kebutuhan bahan pokok masyarakat, menjamin ketersediaan stok, menjaga dan meningkatkan tertib ukur dalam upaya perlindungan konsumen serta memberikan harga terbaik bagi petani dan UKM.

“Dengan keterbatasan keuangan negara, maka Kementerian Perdagangan mengharapkan agar Pemerintah Daerah, BUMN maupun investor swasta, baik sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama dapat ikut berpartisipasi untuk merevitalisasi pasar tradisional sebagaimana yang telah dilaksanakan oleh Yayasan Danamon Peduli,” terang Bayu.

Data menyebutkan bahwa pasar tradisional adalah penyedia utama kebutuhan dasar sehari-hari bagi 60% penduduk Indonesia dan sekitar 12,5 juta pedagang bergantung pada mata pencarian mereka di pasar-pasar. Sementara itu, pada data Kementerian Perdagangan disebutkan jumlah pasar tradisional di Indonesia sebanyak 9.559 pasar, dan 95% diantaranya berusia lebih dari 25 tahun dan dikelola oleh Pemda.

Selain kondisi fisik yang membutuhkan perbaikan atau peremajaan, sebagian besar kondisi lingkungan dalam pasar-pasar tersebut juga kurang sesuai dengan standar higienis dan kesehatan lingkungan akibat kurangnya perawatan kebersihan dalam lingkungan pasar tersebut. Hal ini mengakibatkan kondisi kurang nyaman bagi pengunjung bahkan juga pedagang. [ardi]

Related posts