Mendag Resmikan Pasar Induk Modern Cikopo di Purwakarta - Jaga Stabilitas Harga Pangan

NERACA

Purwakarta - Menteri Perdagangan Gita Wirjawan menyatakan bahwa keberadaan pasar ikut menentukan stabilitas harga pangan. Menurutnya, infrastruktur seperti pasar induk dapat menjamin harga produk pertanian dan perkebunan menjadi lebih terjangkau bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan Gita pada acara peletakan batu pertama pembangunan Pasar Induk Modern Cikopo di Purwakarta, Jawa Barat, Rabu (29/10). Nantinya, proyek pasar induk modern itu di atas lahan seluas 30 hektar itu akan dikembangkan oleh perusahaan swasta, PT Jakatijaya Megah.

Gita mengatakan, pihak-pihak yang berkepentingan dengan keberadaan pasar sudah semestinya bukan hanya mengejar keuntungan. Menurutnya, pemangku kepentingan soal pasar juga harus peduli dengan stabilitas harga.

"Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur seperti pasar induk sangat berperan untuk menstabilkan harga. Kami sangat menghargai upaya pihak swasta menjaga stabilitas harga," kata Gita.

Hadir dalam kesempatan itu antara lain Wakil Ketua MPR RI Melani Leimena, Dirut Perum Bulog Sutarto Alimoeso, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, pengusaha nasional Bambang Trihatmodjo. Hadir pula Komisaris Utama dan Direktur Utama PT Jakatijaya Megah, Hendra Gunawan dan M Suharli, selaku pengembang Pasar Induk Modern Cikopo.

Dalam kesempatan itu, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengatakan, sudah puluhan tahun masyarakat di wilayahnya menantikan keberadaan pasar induk. Karenanya ia berharap pasar induk itu segera dibangun dan secepatnya beroperasi. "Pasar induk ini akan membuka ruang untuk dunia pertanian di Jawa Barat sehingga distribusi barang menjadi cepat," ucapnya.

Sedangkan H Hendra Gunawan Komisaris Utama PT Jakatijaya Megah mengatakan, pembangunan Pasar Induk Modern Cikopo akan berlangsung selama enam bulan sejak peletakan batu. "Soft opening paling lambat bulan Agustus," katanya.

Menurutnya, setidaknya dibutuhkan dana hingga Rp 800 miliar untuk proyek ini. Rencananya akan dibangun kios dan los mencapai 4.700 unit. Sesuai namanya, pasar ini akan dilengkapi fasilitas dan cara pengelolaan yang modern. "Nantinya pasar induk ini aman, lancar dan bersih," imbuhnya.

Pedagang yang membuka usaha di sini akan bebas dari pungli. Untuk itu, pihak pengembang bekerja sama dengan aparat untuk mengamankannya. Hendra melanjutkan, kehadiran pasar induk itu diharapkan akan membantu petani dalam menyalurkan hasil produksinya tanpa perantara. "Komoditinya meliputi sayur-mayur, buah, daging, ikan basah, ikan asin, beras dan sembako," tutupnya.

BERITA TERKAIT

Hotel Ibis Komit Jaga Lingkungan Kurangi Sampah Plastik

Hotel Ibis Komit Jaga Lingkungan Kurangi Sampah Plastik NERACA Manado - Manajemen Hotel Ibis Manado City Center Boulevard (IMCCB) berkomitmen…

Varian All New Honda Brio Mulai Diekspor ke Pasar Filipina

PT Honda Prospect Motor mulai mengirimkan All New Honda Brio dari pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, untuk diekspor ke Filipina. Selain…

Quick Count Jokowi-Amin Unggul, Ketum Perindo Hary Tanoesoedibjo: Jaga Persatuan, Ini Kemenangan Bersama

JAKARTA, Kemenangan Joko Widodo dan Maruf Amin pada Pemilihan Presiden 2019 adalah kemenangan bersama. Seluruh rakyat Indonesia, harus tetap menjaga…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Niaga Komoditas - Penyerapan Biodiesel Strategi Hadapi Diskriminasi Sawit Eropa

NERACA Jakarta – Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kanya Lakshmi Sidarta menilai penyerapan biodiesel di dalam negeri…

Kemendag Pastikan Izin Impor Bawang Putih 7 Perusahaan

NERACA Jakarta – Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan memastikan izin impor bawang putih bagi tujuh perusahaan…

CIPS Sebut Distribusi Minol Lewat PLB Rentan Tambah Korban

NERACA Jakarta – Distribusi minuman beralkohol (minol) lewat Pusat Logistik Berikat (PLB) rentan menambah korban luka dan korban jiwa akibat…