Pendapatan Turun, Rig Tenders Merugi US$ 1,92 Juta

NERACA

Jakarta – PT Rig Tenders Indonesia Tbk (RIGS) mencatatkan kerugian mencapai US$1,92 juta sepanjang tahun 2013 yang disebabkan adanya penurunan pendapatan serta beban perusahaan yang tinggi. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (29/1).

Disebutkan, sepanjang 2013 perseroan hanya berhasil meraih pendapatan sebesar US$53,24 juta, sedangkan pendapatan perseroan di tahun 2012 sebesar US$89,91 juta. Selain itu, masih tingginya beberapa pos beban perseroan diklaim menyebabkan laba kotor perseroan anjlok menjadi US$4,47 juta dibanding dengan laba kotor di tahun 2012 sebesar US$20,04 juta.

Maka dengan kondisi tersebut, perseroan mencatat rugi sebelum pajak sebesar US$1,22 juta dan rugi per saham dasar menjadi US$0,0032 per saham. Adapun jumlah aset perseroan pada akhir Desember 2013 tercatat turun menjadi US$157,93 juta dari sebelumnya US$167,56 di akhir Desember 2012. Beigut juga dengan liabitilias perseroan yang turun menjadi US$59,79 juta diakhir Desember 2013 dari sebelumnya US$67,51 juta di tahun 2012.

Meskipun begitu hingga pertengahan 2014 perseroan telah berhasil meraih kontrak baru untuk jasa pengangkutan batu bara senilai US$20 juta atau sekitar Rp234,58 miliar. Presiden Direktur RIGS, Dick Sadikin mengungkapkan bahwa nilai kontrak tersebut mencapai 70% dari total kontrak baru yang berhasil dihimpun perseroan,”Sementara 30% sisanya didapatkan dari segmen bisnis lepas pantai atau offshore. Tercatat, kontrak baru yang berhasil dihimpun perseroan hingga tengah tahun pertama tahun 2014 berpotensi mencapai US$28,57 juta”, katanya.

Dengan kontrak baru tersebut, perseroan juga telah mengamankan pendapatan untuk tahun 2014. Selain dari kontrak baru tersebut, dia menambahkan, perseroan juga telah memiliki kontrak jangka panjang dengan PT Adaro Energy Tbk (ADRO) hingga tahun 2022 mendatang, kemudian juga ada kontrak dengan PT Arutmin yang akan habis pada bulan Juni 2014. “Adapun total kontrak dari dua perusahaan tersebut mencapai US$40 juta. Perseroan akan memperbesar pendapatan dari jasa pengangkutan offshore pada tahun 2014,”ujarnya.

Perusahaan jasa pengiriman dan angkutan laut ini membukukan sektor jasa pengangkutan offshore pada tahun 2013 menyumbang sebesar 30% dari total pendapatan atau naik 10% dari tahun lalu yang berkontribusi 20% dari total pendapatan. Sebagai salah satu strateginya, perseroan bakal mendatangkan 2 kapal offshore baru senilai US$40 juta.

Saat ini, perseroan baru memiliki dan mengoperasikan sebanyak 9 kapal offshore. Bila berjalan lancar, armada pengangkutan perseroan akan bertambah menjadi 11 unit kapal. Disamping itu, perseroan juga akan mengincar negara Malaysia dan Thailand guna memperluas pasar bisnis di luar negeri.

Perseroan sejak 2013 telah memfokuskan bisnisnya pada segmen penunjang lepas pantai (offshore) mengingat kondisi industri batubara yang sedang kurang baik saat ini. Sebelumnya, Corporate Secretary RIGS, Mukhnizam Mahmud menilai bisnis offshore lebih menjanjikan dan memberikan margin yang lebih baik dibanding industri batubara.

Untuk mendukung niat tersebut, perseroan akan melakukan peremajaan armada dengan menambah kapal penunjang lepas pantai. Pada tahun 2013, perseroan menambah 2 kapal baru senilai US$40 juta. Dana untuk penambahan kapal baru tersebut berasal dari belanja modal yang disiapkan tahun ini berkisar US$40-45 juta yang berasal dari kas internal dan pinjaman perbankan. (nurul)

Related posts