Pasar Saham Menuai Panen Pasca Pemilu - Indeks Bakal Rebound

NERACA

Jakarta – Memasuki tahun pemilu, banyak pelaku pasar masih bersikap wait and see menanti pemerintah baru, bahkan tidak sedikit bagi sebagian investor tahun politik menjadi tahun kekhawatiran prospek kedepan. Merespon hal tersebut, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) selalu mengklaim bila industri pasar modal akan tetap tumbuh dan tidak terganggu dengan event pemilu.

Namun bagi Direktur Utama Indo Premier Investment Management, John D Item, kinerja pasar saham Indonesia diyakini bakal rebound setelah pemilu berakhir. Hal ini bisa dimanfatkan para investor untuk mulai menanamkan investasinya di pasar modal,”Pasar saham setelah pemilu akan naik 45%. Jadi kalau mau masuk sekarang sebelum ada potensi kenaikan. Kalau masuknya setelah pemilu sudah telat,”ujarnya di Jakarta, Rabu (29/1).

Menurutnya, pasar saham bakal mengalami perbaikan setelah keriuhan pesta pemilu rampung. Selain itu, pembangunan infrastruktur di Indonesia juga bakal banyak yang direalisasikan tahun 2014 sehingga menjadi sentimen positif bagi pasar.

Oleh karena itu, lanjutnya, saham infrastruktur memiliki peluang yang sangat besar ke depannya, karena sekecil apapun yang dilakukan pada sektor infrastruktur akan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Melihat kondisi itu, kata John Item, IPIM akan menerbitkan produk "exchanged trade fund" (ETF) berbasis kelompok 18 saham infrastruktur (indeks SMinfra18) yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dirinya, mengharapkan, produk itu dapat mewakili portofolio saham dengan likuiditas yang baik dari emiten-emiten sektor infrastruktur sehingga dapat menjadi pilihan yang tepat untuk melakukan dversifikasi investasi,”Saat ini kami sudah mengajukan izin produk dan masih menunggu izin efektif dari pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK),”ungkapnya.

Dia mengemukakan bahwa indeks SMinfra18 merupakan indeks yang mengukur performa dari harga 18 saham. Indeks itu disusun oleh BEI dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero). Indeks itu juga dikaji oleh komite independen yang memiliki keahlian di bidang infrastrktur dan pasar modal,”Jadi melalui produk ETF SMinfra18 itu, investor akan mendapatkan 18 saham unggulan itu," kata dia.

Menurut John D Item, dalam kondisi pasar yang penuh dengan ketidakpastian, ETF dapat membantu investor dengan cepat untuk melakukan aksi menghadapi gejolak pasar,”Produk ETF memiliki keunggulan untuk mengubah porsi saham dalam portofolionya ketika kondisi pasar sedang naik atau turun dengan cepat sehingga investor dapat merealisasikan keuntungan maupun menghindari kerugian secara cepat," jelasnya.

Dalam waktu dua tahun, PT Indo Premier Investment Management berhasil meningkatkan dana kelolaan menjadi Rp1,4 triliun dari Rp100 miliar. Sementara itu, Direktur Pengembangan Pasar Modal BEI Friderica Widyasari Dewi mengatakan bahwa produk ETF merupakan salah satu tulang punggung bagi pergerakan pasar modal dunia saat ini,”ETF juga merupakan salah ide untuk memudahkan perusahaan manager investasi dalam menggambarkan kondisi di Indonesia, dalam hal ini sektor infrastruktur," tandasnya.

Friderica mengharapkan ETF SMinfra18 juga dapat meramaikan pasar modal indonesia khususnya pada sektor infrastruktur serta memberikan opsi lain bagi investor untuk berinvestasi di saat kondisi pasar yang berfluktuasi. (bani)

Related posts