Dua Bank Sentral Kerja Sama Penggunaan Uang - Ekonomi Perbatasan

NERACA

Jakarta - Bank Indonesia bersama Bank of Papua New Guinea melakukan penandatanganan kerja sama atau memorandum of understanding (MoU) untuk kesepakatan terkait penggunaan uang pada wilayah perbatasan antara Republik Indonesia dan Papua New Guinea.Deputi Gubernur BI, Ronald Waas mengatakan, kerja sama ini dilakukan untuk memperkuat komitmen BI dengan Bank of Papua New Guinea.

"Hal ini juga dilakukan untuk bersama sama meningkatkan kekuatan perekonomian pada daerah perbatasan Indonesia dan Papua New Guinea,” Kata Ronald di Jakarta, Rabu (29/1).Melalui kerja sama ini, kedua Bank Sentral bersepakat untuk meningkatkan peran lembaga keuangan Bank dan Pedagang Valuta Asing (PVA) di masing-masing negara dalam meningkatkan aktivitas ekonomi di wilayah perbatasan dengan mendorong terciptanya kelancaran dan kehandalan sistem pembayaran.

Kedua bank sentral juga berupaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pertukaran mata uang dan transaksi jual/beli valuta asing di wilayah perbatasan, mendorong penelitian bersama terkait mata uang dan bidang ekonomi lainnya serta menjalin kemitraan dengan instansi Pemerintah untuk meningkatkan pemahaman bersama terhadap isu-isu ekonomi di daerah perbatasan. Penandatanganan dilakukan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ronald Waas dan Deputi Gubernur Bank of Papua New Guinea, Benny BM Popoitai. [sylke]

Related posts