Curah Hujan Tinggi, Saham Konsumer Jadi Incaran

Indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali masih meneruskan laju positifnya, saham sektor konsumer, infrastruktur dan perkebunan jadi incaran pelaku pasar. Kepala riset Trust Securities Reza Priyambada menjelaskan, saham-saham konsumer, infrastruktur, dan perkebunan menjadi incaran pelaku pasar seiring persepsi peningkatan curah hujan saat ini dapat memberikan tambahan manfaat, baik langsung maupun tidak langsung terhadap sektor-sektor tersebut,”Meskipun kondisi tersebut perlu dikonfirmasikan kembali kepada emiten-emiten di dalamnya, namun persepsi iini muncul di pasar sehingga ketiga sektor ini menjadi incaran”, katanya di Jakarta, Rabu (29/1).

Sementara itu, kenaikan indeks juga didorong adanya pemanfaatan positifnya laju bursa saham AS dan Eropa serta sentimen positif dari penguatan sejumlah mata uang emerging market setelah bank sentral India menaikkan RBI rate dan kenaikan suku bunga Turki yang diiringi langkah pemerintah yang berencana melakukan intervensi kondisi moneternya. “Harapan kamin agar IHSG tidak melemah dalam setelah utang gap 4270-4293 belum tertutup sempurna pun kembali terlampaui. Masih positifnya pembukaan pasar saham Eropa, positifnya penilaian Morgan Stanley, dan laju Rupiah yang terapresiasi memberi obat kuat bagi IHSG untuk bertahan menghijau”, ungkapnya.

IHSG berakhir di 4.417,34 setelah naik 1,7%, investor asing mengalami net buy Rp245,16 miliar. Volume perdagangan mencapai 4,2 miliar saham senilai Rp5,3 triliun. Sebanyak 217 saham menguat, 62 saham melemah dan 87 saham stagnan. Indeks mampu bertahan hingga akhir perdagangan dari level pembukaan di 4.341,3. Level tertinggi hari ini di 4.432,34 dan terendah di 4.355,9.

Aksi bank sentral Turki yang menaikkan suku bunga acuannya untuk mengatasi pelemahan nilai tukar Lira nya memberikan tambahan amunisi bagi mata uang emerging market lainnya untuk menguat, menjadi pahlawan bagi rupiah yang sebelumnya betah di zona merah.

Bank sentral Turki menaikkan suku bunga acuannya ke level 10% dari sebelumnya 4,5% dan juga suku bunga overnight lending nya ke level 12% dari sebelumnya 7,75% dan overnight borrowing dari 3,5% ke level 8%.“Apresiasi Rupiah juga terbantu dengan positifnya rilis data-data makro Korea Selatan dan kenaikan rating Morgan Stanley ke equalweight dari underweight”, ujarnya.

Pada perdagangan Kamis (30/1) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4349-4389 dan resistance 4428-4448. Berpola menyerupai three inside up di atas middle bollinger bands (MBB). MACD downtrend terbatas dengan histogram positif yang mendatar. RSI, William's %R, dan Stochastic downreversal terbatas.

IHSG berhasil melampaui kisaran target resisten (4349-4368) dan hampir menutupi sempurna utang gap 4360-4437. “Diharapkan IHSG masih diberi kesempatan untuk menutup sempurna utang gap tersebut sehingga memiliki peluang untuk menuju utang gap berikutnya di level 4480-4483”, ujarnya. (nurul)

Related posts