Hotel Sahid Targetkan Pendapatan Tumbuh 20% - Siapkan Capex Rp80 Miliar

NERACA

Jakarta – PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (SHID) menargetkan pertumbuhan pendapatan 20% atau menjadi Rp324 miliar hingga akhir tahun 2014. Diketahui, pendapatan perseroan hingga akhir tahun 2013 sebesar Rp270 miliar. Untuk mencapai target pendapatan tersebut, perseroan telah menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp70 miliar-Rp80 miliar untuk mendanai ekspansi bisnis perseroan di bidang properti.

Sekretaris Perusahaan PT Hotel Sahid Jaya Tbk Yana Aditya menjelaskan, selain ekspansi bisnis di properti, perseroan juga akan melanjutkan pengembangan bisnis anak usahanya sebagai operator hotel, yakni PT Sahid International Hotel Management & Consultant (PT SIHM&C).

Menurut dia, perseroan tengah mengincar lahan-lahan yang memiliki potensi bisnis di kawasan Pekalongan, Bekasi, Anyer dan Ciloto. Sementara untuk komposisi capex, dia menyebutkan selain dari kas internal, perseroan akan mencari sumber pendanaan eksternal untuk menutupi kebutuhan investasi tahun ini,”Manajemen akan mencari sumber pendanaan untuk membiayai ekspansinya tahun ini. Namun, pencarian dana itu tidak akan dilakukan pada semester pertama tahun ini”, ujarnya di Jakarta, kemarin

Hal ini dikarenakan perseroan menilai semester I 2014 merupakan tahun yang bertepatan dengan adanya Pemilu. "Jadi, jika kami mencari pendanaan eksternal kemungkinan mulai semester kedua 2014”, katanya.

Optimisme perseroan dalam meraih target pendapatan dan menjaga kinerja keuangannya karena pada tahun ini perseroan akan melanjutkan beberapa ekspansi yang belum selesai di tahun 2013 dan ada ekspansi baru di tahun ini.“Perseroan rencananya akan menangani 5-6 hotel. Namun, bukan ini yang menjadi cara perusahaan untuk mengejar targetnya. Justru kami akan memaksimalkan okupansi kamar hotel”, imbuhnya.

Sementara itu, hingga kuartal ketiga 2013 perseroan berhasi membukukan laba bersih naik 9,38% per menjadi Rp8,07 miliar atau Rp7,21 per saham jika dibandingkan dengan laba bersih periode sama tahun sebelumnya yang Rp7,38 miliar atau Rp6,59 per saham.

Pendapatan naik menjadi Rp139,38 miliar dari pendapatan sebelumnya Rp120,69 miliar dan beban pokok meningkat menjadi Rp43,88 miliar dari beban pokok sebelumnya Rp38,41 miliar sedangkan laba kotor naik jadi Rp95,51 miliar dari laba kotor tahun sebelumnya Rp82,28 miliar.

Beban usaha naik jadi Rp85,59 miliar dari beban usaha sebelumnya Rp77,77 miliar dan laba usaha meningkat menjadi Rp9,92 miliar dari laba usaha sebelumnya Rp4,51 miliar. Sementara beban pajak turun menjadi Rp2,12 miliar dari beban pajak sebelumnya Rp3,63 miliar dan membuat laba periode berjalan naik jadi Rp8,19 miliar dari laba tahun sebelumnya Rp7,53 miliar. (nurul)

Related posts