Danareksa Incar Dana Kelolaan Rp17 triliun - Jalin Kerjasama dengan BCA

NERACA

Jakarta – PT Danareksa Investment Management (DIM) menjalin kerjasama dengan PT Bank Central Asia, Tbk (Bank BCA) dalam penjualan reksadana DIM melalui fasilitas autocollection Bank BCA. Kerjasama ini dilakukan sebagai salah satu langkah Dim untuk mencapai target total dana kelolaan atau aset under management (AUM) sebesar Rp16-17 triliun pada tahun ini.

Disebutkan, jumlah tersebut meningkat 18,52-25,9% dari realisasi dana kelolaan hingga akhir Desember 2013 sebesar Rp13,5 triliun,”Sementara sampai dengan kemarin, dana kelolaan DIM telah mencapai Rp14,3 triliun”, kata Direktur DIM Prihatmo Hari Mulyanto di Jakarta, Rabu (29/1).

Dia menjelaskan, total AUM tersebut sekitar 40% disumbang dari reksa dana open end. Sementara sisanya dari reksa dana saham. Menurut dia, reksa dana saham masih menjadi pendorong utama untuk peningkatan AUM.

Pada tahun ini, DIM juga berencana mengeluarkan 3 produk baru, diantaranya reksa dana open end yang berjumlah dua unit serta satu unit Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK EBA). DIM sendiri masih akan mengeluarkan KIK EBA karena sejauh ini DIM telah menjajaki kemungkinan kerja sama dengan bank lain.

Produk KIK EBA yang diterbitkan berupa tagihan kredit pemilikan rumah (KPR). KIK EBA ini menggunakan tagihan KPR dari PT Bank Mandiri Tbk. Menurut dia, nilai KIK EBA ini sekitar Rp750 miliar dengan kisaran kupon sekitar 8,75-10,25%. Akan tetapi, untuk waktu pasti peluncuran produk dan pencatatannya di Bursa Efek Indonesia (BEI), pihaknya belum mendapat kepastian.“Selain itu, DIM juga akan kembali meluncurkan 2-3 produk reksa dana terproteksi untuk mengganti produk sebelumnya yang akan jatuh tempo,” ujarnya.

Sementara itu, pembelian reksadana melalui autocollection Bank BCA ini merupakan pembelian secara langsung yang dilakukan oleh investor perorangan kepada DIM melalui Program IMD (Investasiku Masa Depanku). Program IMD adalah sebuah program investasi secara berkala, dimana investor melakukan investasi bulanan dengan nilai minimum Rp200.000 per bulan ke reksadana jenis campuran dan saham.

Head Of Cash Management BCA Rusdianti Salim menyampaikan, Bank BCA dan DIM sudah bekerja sama cukup lama dalam banyak hal, dan pihaknya berharap dengan bertambahnya kerjasama ini dapat memberi keuntungan untuk kedua belah pihak.“Dengan adanya fasilitas autocollection dari Bank BCA ini kami berharap transaksi investasi reksadana menjadi lebih mudah bagi investor karena dilakukan secara otomatis setiap bulannya”, ujar Direktur Utama DIM Zulfa Hendri.

Sampai saat ini, dana kelolaan yang dimiliki program IMD Danareksa sudah mencapai Rp.6,3 miliar. Aktivitas utama DIM adalah sebagai pengelola reksa dana dan kontrak pengelolaan aset investasi yang meliputi reksadana, KIK EBA (Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset), RDPT (Reksa Dana Penyertaan Terbatas) dan KPD (Kontrak Pengelolaan Dana). Total dana kelolaan DIM per 30 Desember 2013 adalah sebesar Rp13,5 triliun. (nurul)

Related posts