Jembatan Timbang, Nasibmu Kini..

Jembatan Timbang, Nasibmu Kini..

Keberadaan timbang diyakini mampu mengontrol beban kendaraan angkutan yang diizinkan beroperasi di jalan raya. Sebab, banyaknya kendaraan angkut yang melebihi kekuatan atau kapasitas beban jalan, telah menjadi penyebab utama kerusakan jalan sebelum usianya.

Namun, keberadaan jembatan timbang mendapat komentar sinis dari masyarakat karena seringnya menjadi ajang pemerasan atau pungutan liar (pungli) bagi kendaraan berat yang tak boleh jalan karena kelebihan beban yang diizinkan. Hingga akhirnya, banyak pihak menuntu agar jembatan timbang dihapus. Bahkan, sudah ada areal jembatan timbang yang telah disulap menjadi rest area yang nyaman.

Padahal, lihat saja berapa banyak kendaraan angkutan yang terkena tilang karena kelebihan beban. Contohnya, jembatan timbang di Losarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Dari data yang tercatat di sana, rata-rata tiap bulan berhasil menindak sekitar seribu unit kendaraan. Bahkan, sebetulnya kendaraan yang bisa dikenai tilang lebih banyak lagi. Masalahnya, sesuai aturan, kendaraan yang sudah kena tilang karena kelebiha beban di satu jembatan tilang, tak bisa ditilang di jembatan tilang berikutnya sampai proses pengadilan berkekuatan hukum tetap.

Dasar Hukum

Dasar Hukum pengoperasian jembatan timbang adalam keputusan Menteri Perhubungan Nomor 5 tahun 1995 tentang Penyelenggaraan Penimbangan Kendaraan Bermotor di Jalan. Jembatan timbang diperlukan sebagai fungsi pemantauan terhadap banyaknya kendaraan angkut yang kelebihan beban.

Persoalan yang saat ini muncul adalah banyaknya jembatan timbang yang kapasitas ukurnya jauh lebih kecil dari pada beban kendaraan angkut yang diperiksa. Juga jembatannya yang pendek hingga tak mampu menimbang seluruh badan kendaraan tersebut.

Fungsi penindakan

Jembatan timbang juga mempunyai fungsi penindakan. Pemerintah memberikan toleransi kelebihan beban. Slebihnya harus diturunkan dan ditampung di tempat penampungan di area jembatan timbang.

Jenis jembatan

Pertama, Jembatan timbang konvensional. Jembatan timbang konvensional terdiri dari suatu platform untuk menimbang seluruh kendaraan beserta muatannya, sehingga dibutuhkan platform sepanjang 10 meter sehingga keseluruhan as roda truk rigid dapat berada dalam platform, sedang untuk gandengan dan tempelan biasanya ditimbang terlebih dahulu truk penarik kemudian baru dilakukan penimbangan terhadap kereta gandengan atau kereta tempelannya. Kedua, Jembatan timbang sumbu, yaitu timbangan yang menimbang muatan sumbu, dimana masing-masing sumbu ditimbang satu persatu kemudian untuk mengetahui berat keseluruhan truk dilakukan perjumlahan. Ketiga, Jembatan timbang portabel. Merupakan timbangan yang bisa dipindah-pindahkan, dapat berupa timbangan untuk masing-masing roda atau untuk seluruh kendaraan sekaligus. Keempat, Jembatan timbang modern. Jembatan timbang modern ini harus secara otomatis menimbang kendaraan yang lewat, yaitu dengan timbangan elektronik digital yang terkomputerisasi, artinya secara otomatis kendaraan akan ditimbang secara keseluruhan dan batas-batas toleransi pelanggaran yang diijinkan. Misalnya, secara bertahap pelanggaran akan dikurangi dimulai toleransi kelebihan muatan 70%, kemudian 50%, selanjutnya 30%, dan seterusnya. Dengan program komputer, konsep itu bisa diaplikasikan dengan mudah. (saksono)

BERITA TERKAIT

Menghapus Mitos Neoliberalisme di Era Kini

    Oleh : Setiadi Suseno, Pengamat Ekonomi   Saat ini ramai diperbincangkan di publik tentang Neoliberalis atau Antek Asing…

Pertama Sejak Krismon, Kemiskinan Era Kini di Titik Terendah

  Oleh : Teguh Wibowo, Pemerhati Sosial Ekonomi   Era Pemerintahan Presiden Joko Widodo mencatatkan sebuah sejarah baru di bidang…

Perbaikan Jembatan Rusak

Di Perumahan Villa makmur II Desa Mangunjaya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, tempat tinggal saya terdapat jembatan yang menghubungkan desa Mangunjaya…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Jack Ma: “Manusia Rp594 Triliun”

Dengan kepemilikan harta yang mencapai 270 miliar RMB (Rp594 triliun) menjadikan CEO Alibaba Group Jack Ma dan keluarganya sebagai orang…

Menanti Realisasi Janji Jack Ma

Pendiri perusahaan perdagangan daring raksasa, Alibaba, Jack Ma berjanji kepada pemerintah Indonesia untuk membantu pengembangan sumber daya manusia di sektor…

Berharap Indonesia Belajar Dari "Eleven-Eleven"

Pendiri dan pemimpin Alibaba, pasar daring terbesar di China, Jack Ma berharap agar Indonesia dapat belajar dari keikutsertaan dalam pesta…