Mengatasi Masalah Hunian Saat Musim Penghujan Tiba

Menghilangkan Dan Mencegah Noda Pada Dinding

Sabtu, 01/02/2014

Musim penghujan memang kerap kali menimbulkan permasalahan dalam sebuah hunian, tidak hanya banjir saja, genteng yang bocor atau bahkan permasalahan pada tembok atau dinding hunia. Pada musim hujan dimana kerap kali menimbulkan masalah bagi penghuni rumah dan harus segera diatasi. Ini diakibatkan intensitas hujan yang cukup deras yang mengakibatkan kondisi tanah dan lingkungan menjadi cendrung lembab dalam waktu yang lama.

Banyak memang menimbulkan permasalahan saat musim penghujan tiba, namun permasalahn utamanya ialah masih pada air huja. Kelembaban ini dapat mempengaruhi dinding rumah menjadi tidak menarik. Gejala umum yang mudah dijumpai, berupa "pulau" (noda) pada dinding, warna dinding lebih gelap dibanding area di sekitarnya. Noda tersebut ditimbulkan karena air yang meresap dalam dinding melalui permukaan luar, talang, area yang bocor, resapan dari tanah dan lain-lain. Untuk mengatasi masalah ini, sebaiknya kita coba menelusuri sumber air yang menyebabkan dinding membentuk noda.

Perubahan warna yang terjadi pada dinding, biasanya terletak pada area bawah atau atas. Jika dalam sebuah kamar tidur, maka noda yang terjadi itu disebabkan air yang meresap ke dalam dinding. Jalur masuk air melalui resapan air tanah, yang dimulai dari pondasi dan sloof. Proses masuk air berlangsung lama, bisa saja baru terlihat ketika memasuki musim panas. Bisa juga disebabkan posisi dinding yang berdekatan dengan area kamar mandi. Untuk area ini, noda yang terjadi berada di bagian bawah hingga tengah dinding.

Dinding yang kerap bermasalah juga terjadi pada dinding yang terbuka. Artinya, dinding terkena langsung air ketika musim hujan. Area dinding seperti ini memiliki resiko yang tinggi, apabila tidak diantisipasi dengan baik dan benar. Sisi dinding bagian kiri dan kanan rumah harus diplester, diaci dan di-finishing dengan water proofing. Kondisi dinding yang tidak baik, dapat menyebabkan terbentuknya noda pada sebagian besar dinding di dalamnya.

Mengatasi permasalahan noda pada dinding cukup sederhana. Hal paling mudah dengan melakukan permbesihan semua cat yang melekat pada dinding. Setelah itu, dicat kembali dengan menggunakan warna yang lebih gelap dan tebal dari warna sebelumnya. Pengecatan ulang bisa dilakuan dengan syarat kondisi dinding masih layak. Dinding tidak dalam kondisi kelembaban yang tinggi, kualitas plester masih baik dan sumber air yang menyebabkan noda diperbaiki. Pengecatan ulang hanya bisa dilakukan jika keadaan noda tidak ekstrim. Jika ditemukan sebaliknya, maka metode pengecatan menjadi kurang tepat.

Apabila metode pengecatan tidak dapat mengatasi masalah noda dinding. Maka metode pengelupasan plester atau melapisi dinding dengan wallcover atau keramik menjadi solusi akhir. Untuk kondisi dinding yang masih baik dan rata, dapat memanfaatkan wall cover untuk menutup sisi dinding yang bernoda. Cara ini lebih cepat dan efisien. Pilih bahan wallcover yang terbuat dari kain atau vinil. Bahan ini lebih tahan terhadap air. Wallcover juga memiliki motif yang beragam, sehingga memiliki nilai estetika yang tinggi. Ketika kita bosan pun, dapat melepasnya sewaktu-waktu.

Jika ditemukan dinding yang mulai rusak, ditandai dengan plester yang nyaring ketika dipukul, atau kondisi dinding yang berjamur. Cara terbaik, dengan menguliti plesteran hingga bersih. Selanjutnya, kita bisa melakukan plesteran dan pengacian ulang. Untuk antisipasi, kita dapat me-finishing-nya dengan waterproofing dengan warna yang sesuai keinginan. Apabila menginginkan waktu yang lebih cepat, kita dapat menutup sisi dinding yang bernoda dengan keramik dekoratif. Hanya saja memasang keramik, berarti kita memiliki tampilan dinding yang permanen.