Festival Bau Nyae, Pesta Rakyat Sasak

Keindahan kebudayaan dan adat istiadat Indonesia yang uniklah yang akhirnya membuat Indonesia menjadi salah satu negara yang menjadi tujuan pariwisata dunia. Tidak hanya itu, kebudayaan yang terjaga dan terus dilestarikan hingga kini memang menjadi salah satu nilai positif yang sangat mahal dan bahkan menjadi warisan kebudayaan dunia yang patut untuk terus dijaga.

Jadwalkan waktu Anda untuk hadir dalam sebuah kemeriahan adat nan memukau di Kabupaten Lombok Tengah, yaitu Bau Nyae. Acara ini akan dilaksanakan pada 19-20 Februari 2014 bertempat di Pantai Serenting, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah.

Tradisi Bau Nyale atau menangkap cacing laut ini diadakan setiap tahun pada hari ke-20 bulan ke-10 menurut penanggalan tradisional Sasak. Meriahkan festival, berbagai atraksi budaya dan permainan rakyat digelar seperti perisaian, yaitu saling pukul dengan rotan dilengkapi tameng terbuat dari kulit kerbau.

Perayaan pesta adat ini juga menghadirkanpertunjukan kesenian seperti drama kolosal tentang legenda Putri Mandalika, wayang kulit, penginang robek, dan teater legenda Putri Nyale. Acara tersebut melibatkan seniman dan tokoh adat di Kabupaten Lombok Tengah.

Tradisi bau nyale sendiri diangkat dari cerita mitos legendaris Putri Mandalika dari Kerajaan Tunjung Bitu. Raja Tonjang Beru dan permaisurinya Dewi Seranting memiliki seorang putri bernama Putri Mandalika yang cantik jelita, cerdas dan bijaksana. Karena kecantikannya itu telah membuatnya tersohor ke berbagai negeri dan menarik hari banyak pangeran untuk mencoba meminangnya.

Akan tetapi karena tidak ingin mengecewakan para pengeran yang banyak memperebutkannya dan menghindari terjadinya peperangan, sang putri kemudian berkorban dengan cara menceburkan dirinya ke laut.Masyarakat setempat percaya bahwa sang putri tidak mati melainkan menjelma menjadi nyale, yaitu sejenis cacing laut yang muncul setiap tahun pada bulan Maret.

Setiap tahun festival ini dihadiri lebih dari 50.000 orang yang ingin melihat atau ikut langsung dalam berbagai kompetisi tradisional di antaranya adalah: bekayaq, cilokaq, peresean, begambus, berbalas pantun, dan lomba perahu dayung.

Related posts